Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji, Kemenhaj Dorong Ekspor Beras ke Saudi

idxchannel.com
13 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Haji dan Umrah RI mulai melakukan langkah konkret untuk mewujudkan kemandirian pangan dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Perkuat Ekosistem Ekonomi Haji, Kemenhaj Dorong Ekspor Beras ke Saudi (FOTO:Dok Kemenhaj)

IDXChannel - Kementerian Haji dan Umrah RI mulai melakukan langkah konkret untuk mewujudkan kemandirian pangan dalam penyelenggaraan ibadah haji. 

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU), Jaenal Effendi mengatakan pemanfaatan beras produksi dalam negeri kini menjadi prioritas utama guna memperkuat ekosistem ekonomi haji nasional.

Baca Juga:
Wall Street Ditutup Menguat, Investor Cermati Kebijakan The Fed dan Laporan Pendapatan Perusahaan

Dalam rapat koordinasi bersama Perum Bulog dan Kementerian Pertanian di Jakarta, Jaenal Effendi menyatakan bahwa sudah saatnya Indonesia berhenti bergantung pada pasokan beras negara lain seperti Vietnam dan Thailand untuk konsumsi jamaah haji.

“Pemenuhan konsumsi jamaah haji tidak dapat dilakukan secara parsial. Diperlukan sinergi yang kuat dengan kementerian dan lembaga terkait, seperti Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, serta para pemangku kepentingan lainnya, agar kebijakan yang disusun selaras dan rantai pasok pangan haji dapat diperkuat,” ujar Jaenal dalam keterangan pers Selasa (27/1/2025).

Baca Juga:
Pengamat Sebut Thomas Djiwandono Ikuti Jejak Darmin dan Agus Marto

Berdasarkan proyeksi Ditjen PE2HU, kebutuhan beras untuk 205.420 jamaah dan petugas haji pada musim 1447 H/2026 M mencapai sekitar 3.913 ton. Angka ini dihitung dari asumsi konsumsi 150 gram per porsi untuk 127 kali makan selama masa operasional haji.

Ditjen PE2HU Kemenhaj pun menyepakati komitmen bersama dengan berbagai pihak untuk mengupayakan pemanfaatan beras nasional. 

Pihak Perum Bulog sendiri akan menghitung kebutuhan total beras serta menyiapkan pasokan sesuai standar kualitas yang ditetapkan, termasuk beras premium dengan tingkat pecahan maksimal 5 persen. 

Sementara itu, Kementerian Pertanian akan memberikan dukungan dari sisi regulasi guna memperlancar proses ekspor beras.

Rapat juga membahas aspek regulasi ekspor, mekanisme perizinan, serta tantangan daya saing harga beras Indonesia di pasar Arab Saudi. 

Saat ini, harga beras premium dari sejumlah negara pesaing masih berada di bawah harga beras Indonesia, sehingga diperlukan dukungan dan fasilitasi kebijakan agar produk nasional dapat bersaing dan diterima di pasar konsumsi haji.

Jaenal menambahkan kondisi swasembada beras saat ini merupakan momentum emas. Selama ini, tantangan utama penggunaan beras lokal adalah faktor harga. Namun, dengan penguatan ekosistem ekonomi haji, pemerintah optimistis produk nasional dapat memiliki daya saing yang kuat.

Direktur Fasilitasi Kemitraan PE2HU, Tri Hidayatno menyebutkan bahwa langkah ini adalah bagian dari membangun legacy baru.

"Melalui sinergi ini, kami menjembatani agar perputaran ekonomi haji yang nilainya sangat besar dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha dan produsen di tanah air," kata dia.

Dengan perencanaan yang dimulai sejak dini, Ditjen PE2HU optimistis bahwa pada musim haji mendatang, jamaah haji Indonesia dapat menikmati nasi dari beras produksi petani Indonesia sendiri, yang sekaligus akan memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi nasional.

(kunthi fahmar sandy)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Atap Balai Pedukuhan dan Rumah Warga di Gunungkidul Rusak akibat Gempa Bantul
• 18 menit lalukumparan.com
thumb
Polrestabes Semarang Musnahkan Ratusan Ton Bawang Bombay Selundupan, 1 Orang Ditahan
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Populasi Ikan Sapu-sapu Meledak di Ciliwung, Pramono Mengaku Belum Paham
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Polisi Tangkap 2 Orang Terkait Narkoba: Liquid Vape Sinte-Whipping Gas Disita
• 18 menit lalukumparan.com
thumb
PBSI Ungkap Alasan Absennya Anthony Ginting dan Jafar/Felisha di Thailand Masters 2026
• 22 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.