BNN Soroti Tren Penyalahgunaan Gas Tertawa oleh Anak Muda: Suka Dicampur Alkohol

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Irjen Pol Suyudi Ario Seto, menyoroti maraknya penyalahgunaan zat-zat tertentu yang dicampur dengan narkoba atau alkohol. Tren ini, menurut Suyudi, tengah ramai di kalangan anak muda.

Salah satu yang paling disoroti saat ini adalah penyalahgunaan zat Nitrous Oxide (N2O) atau gas tertawa (laughing gas), yang dicampur dengan alkohol, sehingga menghasilkan sensasi menenangkan dan euforia bagi penggunanya.

“Tren ini marak karena gas tersebut mudah didapat, dan di media sosial sedang dikait-kaitkan sebagai penyebab kematian salah satu selebgram. Bahkan diperoleh informasi ada praktik mencampur gas tawa ini dengan alkohol, yang dinilai sangat berbahaya,” ujar Suyudi saat dikonfirmasi kumparan, Selasa (27/1).

Ia juga menjelaskan bahwa jika dihirup secara sengaja sebagai zat rekreasional, gas ini bekerja langsung menyerang sistem saraf pusat.

"Nitrous oxide berdifusi sangat cepat melalui paru-paru ke dalam aliran darah dan menuju otak. Efek euforia: Di otak, gas ini menghambat transmisi sinyal rasa sakit dan memicu pelepasan dopamin, yang menyebabkan rasa tenang, melayang (euforia), atau tertawa tanpa sebab (sehingga disebut 'gas tawa')," ujarnya.

Suyudi mengingatkan bahwa efek tersebut hanya bersifat sementara, yang justru memicu perilaku adiktif yang berbahaya.

"Efeknya hanya bertahan beberapa menit, yang sering kali mendorong pengguna untuk menghirupnya berulang kali secara berbahaya," lanjutnya.

N2O untuk Medis dan Kuliner

Suyudi mengatakan, zat ini sangat gampang ditemukan di pasaran bebas. Karena sejatinya N2O biasanya dipakai untuk kepentingan medis atau kuliner. Namun akhir-akhir ini, zat Nitrous Oxide tersebut disalahgunakan untuk kepentingan tertentu.

Adapun modus peredarannya meliputi:

- Penjualan bebas: dijual di e-commerce dengan kedok alat pembuat whipped cream.

- Istilah samaran: dipasarkan dengan nama 'Whip-Pink' atau 'Gas Tawa' di media sosial.

- Varian ukuran: tersedia dari tabung kecil (cartridge) hingga tabung besar untuk penggunaan berkelompok.

Penyalahgunaan Balon Dihirup

Suyudi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mengenali bentuk penyalahgunaan ini, seperti adanya balon yang dihirup atau temuan cartridge logam kecil.

"Jangan pernah mencoba. N2O bukan untuk konsumsi rekreasi. Efek euforianya singkat, tetapi risikonya fatal dan permanen. Waspada dan edukasi keluarga," pesan Suyudi.

Ia juga meminta masyarakat segera melaporkan praktik penjualan mencurigakan ke Call Center BNN 184 atau kepolisian terdekat. BNN berkomitmen penuh dalam upaya pencegahan dan rehabilitasi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mobile Legends Jadi Game Pertama di Esports Nations Cup 2026
• 11 jam lalugenpi.co
thumb
Kasus Peluru di Dalam Menu MBG: Diskes Investigasi, Dewan Akan Cecar di RDP
• 11 jam laluharianfajar
thumb
KJP Pasar Jaya 2026: Begini Sistem Antrean Pangan Bersubsidi
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jatuhnya Jenderal Zhang Youxia dan Isu Kudeta Nuklir di Era Xi Jinping
• 4 jam lalumediaindonesia.com
thumb
21 Perjalanan Kereta Sempat Berhenti Imbas Gempa Pacitan
• 8 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.