Grid.ID - Aksi Dedi Mulyadi berteriak meminta linggis ke petugas mendadak ramai jadi perbincangan. Kejadian ini rupanya berlangsung tatkala sang gubernur Jawa Barat itu terjun di lokasi longsor di Cisarua.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terjadi bencana longsor pada Sabtu (24/1/2026). Proses evakuasi kala itu juga terkendala karena kondisi cuaca yang buruk.
Mengetahui bencana longsor menimpa di daerah kepemimpinannya, Dedi Mulyadi lantas langsung terjun ikut membantu. Dilansir dari TribunJabar.id, Dedi sempat mengalami kesulitan saat berusaha menolong korban.
Saat itu, Dedi Mulyadi berteriak meminta linggis yang diucapkannya berkali-kali kepada petugas di lokasi.
"Linggis mana linggis," teriak Dedi Mulyadi.
Usut punya usut, saat itu Dedi menemukan salah seorang korban longsor yang terjepit batu dan pohon. Ada pula yang tergulung kasur, dan tertimpa pepohonan.
Itulah sebabnya, saat petugas evakuasi datang tak dipungkiri menemui banyak hal yang menjadi tantangan untuk segera melakukan proses penyelamatan.
"Ada korban yang sedang tidur, tergulung kasur dan selimut, kemudian tertimpa batu dan pohon. Itu yang membuat proses evakuasi menjadi sulit," beber Dedi Mulyadi.
Meski begitu, Dedi dan para petugas evakuasi berusaha untuk mencari korban dan membantu sebisa dan semaksimal mungkin.
Setelahnya, usai berkali-kali meminta linggis, Sekretaris Daerah Jabar, Herman Suryatman, datang membawa barang yang diminta Dedi.
Proses evakuasi pencarian korban juga sempat terkendala karena akses menuju lokasi kejadian sempat dipenuhi warga yang ingin melihat Dedi Mulyadi.
Sementara itu, beralih dari aksi Dedi Mulyadi berteriak meminta linggis ke petugas, sempat pula terdengar warga yang berteriak karena menemukan dua korban lainnya.
"Ini ada satu, tolong, tolong," teriak warga.
"Ada dua korban," teriak warga dikutip Grid.ID dari Kompas.com.
Mendegar hal itu, petugas gabungan langsung turun langsung membantu korban yang terjepit. Korban kemudian ditarik ke atas dan langsung dibawa ambulance untuk diidentifikasi. (*)
Artikel Asli



