Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia secara resmi menetapkan Sari Yuliati dari Fraksi Partai Golkar sebagai Wakil Ketua DPR RI sisa masa jabatan 2024–2029 pada Selasa (27/1).
Penetapan ini dilakukan setelah pengesahan pergantian antar waktu (PAW) untuk menggantikan Adies Kadir yang kini diangkat sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) usulan DPR.
Profil Singkat Sari
Wanita kelahiran 2 Juni 1976 ini dikenal sebagai politikus senior Partai Golkar yang selama ini kerap aktif di alat kelengkapan DPR dan fraksinya. Di Golkar, ia menjabat sebagai Bendahara Umum.
Sebelum dilantik sebagai Wakil Ketua DPR RI, Sari menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Sari sendiri memulai kiprah di DPR RI pada periode 2019–2024 dan kembali terpilih untuk periode 2024–2029 melalui daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat II, yang meliputi Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Lombok Utara, dan Kota Mataram.
Dalam urusan pendidikan, Sari Yuliati menempuh S1 di Teknik Sipil Universitas Trisakti dan melanjutkan pada jenjang magister di bidang yang sama di Universitas Indonesia.
Sari juga mengambil studi hukum di Universitas Kristen Indonesia hingga jenjang doktoral Ilmu Hukum di Universitas Padjadjaran.
Ia terakhir melaporkan kekayaannya pada LHKPN pada tahun 2023. Tercatat, Sari memiliki kekayaan sebesar Rp 55,6 miliar. Ia melaporkan memiliki 8 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Jakarta, Tangerang, Bogor, hingga Bekasi, serta dua unit mobil; Mercedes Benz GLE250D dan Fortuner.





