Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera Jadi Ciri Khas PNM di Industri Keuangan

medcom.id
8 jam lalu
Cover Berita
Surabaya: Berbeda dengan lembaga keuangan pada umumnya, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menempatkan pemberdayaan sebagai langkah awal sebelum pembiayaan usaha diberikan.
 
Pendekatan ini memastikan setiap nasabah tidak hanya menerima modal, tetapi juga pendampingan menyeluruh sejak belum memiliki usaha hingga mampu menjalankan usaha yang stabil dan berkembang.
 
Bagi PNM, pemberdayaan perempuan prasejahtera bukan sekadar program, melainkan unique selling point yang menjadi pembeda utama PNM dalam menghadirkan layanan keuangan yang berdampak sosial.

Komitmen tersebut terus diwujudkan salah satunya melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang rutin digelar di berbagai cabang PNM di seluruh Indonesia.
 
Terbaru, PKU Akbar diselenggarakan di Surabaya dengan melibatkan sedikitnya 500 nasabah, bahkan pada beberapa kesempatan PKU Akbar ini dapat menjangkau hingga ribuan peserta.
 
Dalam cakupan layanan PNM Cabang Surabaya, kegiatan ini diperkuat oleh jaringan 166 kantor unit, yang terdiri dari 14 unit ULaMM dan 152 unit Mekaar, tersebar di 7 kabupaten/kota dan menjangkau 128 kecamatan.
  Baca juga: 1.000 Pelajar SLTA se-Indonesia Angkat Peran Ibu sebagai Pahlawan Keluarga lewat MVP PNM
Melalui kegiatan ini, nasabah memperoleh pelatihan literasi keuangan, penyusunan laporan keuangan sederhana, hingga berbagai keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan untuk mengembangkan usaha mereka, seluruhnya diberikan secara gratis.
 
PKU Akbar Surabaya diawali dengan rangkaian coaching clinic interaktif. Pada sesi sharing bersama Pendamping Usaha Mikro dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan, Provinsi Jawa Timur. Nasabah mendapatkan pemahaman mengenai legalitas usaha serta kesempatan berkonsultasi langsung untuk pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sertifikasi halal. Kelas cooking dan handycraft juga digelar secara praktik langsung.
 
“Dulu saya hanya fokus jualan tanpa tahu cara mengurus izin atau menghitung untung-rugi dengan benar. Dari PKU Akbar, saya jadi lebih paham dan percaya diri mengembangkan usaha,” ujar salah satu peserta yang memiliki usaha Nastar Semanggi (NAGI).
 
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa pemberdayaan adalah inti dari model bisnis PNM.
 
“Kami percaya pembiayaan akan jauh lebih berdampak jika didahului dan disertai pendampingan yang konsisten. Fokus kami pada pemberdayaan perempuan prasejahtera menjadikan PNM hadir bukan hanya sebagai lembaga pembiayaan, tetapi sebagai mitra tumbuh masyarakat dalam berusaha. Melalui PKU Akbar, nasabah tidak hanya belajar dari para ahli, tetapi juga dari sesama pelaku usaha yang telah lebih dulu berkembang. Inilah ekosistem belajar yang membuat mereka lebih siap naik kelas,” jelas Dodot. 
 
Rangkaian kegiatan juga diperkuat dengan talkshow bersama Bank Indonesia dan OJK serta bazaar yang menghadirkan 20 UMKM binaan, membuka ruang promosi dan perluasan jejaring usaha bagi para nasabah.

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ANN)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Nyobain Donat Viral di Garut, Sehari Bisa Jual 1.800 Pieces
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Polres Tangsel Bongkar Jaringan Narkoba Internasional, 1 WNA Tiongkok Jadi DPO
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mediasi Sukses, Sengketa Hak Cipta antara Aquarius Pustaka Musik dan Blibli Berakhir Damai
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Irjen Umar Fana: KUHP-KUHAP Baru Buka Ruang Hukum Lebih Manusiawi
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Hector Souto Sadari Tantangan Berat Timnas Futsal Indonesia di Laga Pembuka Kontra Korea Selatan
• 15 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.