Pertamina EP Kembangkan Lapangan Bambu Merah di Subang, Beroperasi Akhir 2026

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

PT Pertamina EP secara resmi memulai tahap fabrikasi Gas Dehydration Package sebagai bagian dari Proyek Pengembangan Lapangan Bambu Merah (BMH) yang terintegrasi dengan Stasiun Pengumpul Cilamaya Utara (SP CLU).

Pelaksanaan First Cutting Ceremony berlangsung di Workshop Fabricator di Cikarang, Jawa Barat, menjadi penanda dimulainya fase penting dalam pembangunan fasilitas produksi minyak dan gas di wilayah Subang tersebut.

Manager Project Pertamina EP Zona 7, Ahmad Firdaus Fasa, menyampaikan apresiasi atas dukungan para pemangku kepentingan. Dia menekankan kegiatan ini merupakan tonggak signifikan dalam upaya peningkatan kapasitas produksi migas.

“Kami berkomitmen melaksanakan seluruh pekerjaan dengan mengutamakan keselamatan, kualitas, dan kepatuhan terhadap regulasi. Dukungan dari SKK Migas, Pertamina EP Zona 7, Subang Field, serta mitra kerja menjadi modal penting untuk mencapai target operasional yang telah ditetapkan,” ujarnya melalui keterangan resmi, Selasa (27/1).

Kegiatan first cut of steel dilakukan untuk memulai pekerjaan fabrikasi unit dehidrasi gas (Dehydration Unit/DHU) dan scrubber, yang merupakan bagian integral dari peningkatan kapasitas pemrosesan gas Bambu Merah.

Proyek ini dilaksanakan sesuai ruang lingkup Optimasi Pengembangan Lapangan-Lapangan (OPLL) Bambu Merah-Cilamaya Selatan dan Authorization for Expenditure (AFE) yang disetujui SKK Migas.

Pengembangan Lapangan Bambu Merah dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas yang sudah di SP CLU melalui tindak lanjut peningkatan fasilitas produksi. Setelah rampung, produksi minyak akan dialirkan ke Booster Station (BS) Cilamaya.

Sementara gas diproses untuk memenuhi spesifikasi jual sebelum dikirim ke Stasiun Kompresor Gas (SKG) Cilamaya dan digabungkan dengan produksi gas dari lapangan-lapangan lainnya. Untuk memastikan pengelolaan lingkungan yang baik, air terproduksi akan diinjeksikan kembali ke sumur-sumur injeksi melalui Water Injection Plant (WIP) di SP CLU.

Secara keseluruhan, pengembangan struktur Bambu Merah diproyeksikan menghasilkan produksi puncak sebesar 8 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas dan 300 barel fluida per hari (BLPD) minyak atau 292,5 barek minyak per hari (BOPD), secara net.

Fasilitas yang dikembangkan mencakup gas scrubber berkapasitas 8 MMSCFD, Dehydration Unit (DHU) berkapasitas 9 MMSCFD, penambahan tiga unit gas compressor berkapasitas 0,5 MMSCFD, serta fasilitas pendukung lainnya.

Head of Communication, Relations & CID Pertamina EP Zona 7, Wazirul Luthfi, menegaskan bahwa komunikasi dan sinergi lintas sektor akan terus dijaga agar proyek dapat berjalan lancar hingga tahap onstream.

“Kami memastikan setiap tahap pekerjaan berjalan sesuai aspek HSSE dan tata kelola, dengan koordinasi intensif dengan SKK Migas serta pemangku kepentingan lainnya,” kata Wazirul.

Pekerjaan fabrikasi dilaksanakan oleh mitra kerja PT Bahana Karya Mandiri dengan durasi pengerjaan 280 hari kalender mulai 5 Desember 2025. Setelah tahap fabrikasi selesai, paket DHU akan dikirim ke SP CLU pada pertengahan September 2026 untuk kemudian dilanjutkan dengan konstruksi dan commissioning selama dua bulan. Pertamina EP Zona 7 menargetkan fasilitas baru ini dapat beroperasi (startup/onstream) pada November 2026.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Armada AS Tiba di Timur Tengah, Iran Bersiap Perang Besar-besaran
• 12 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Komdigi Akan Revisi Aturan Telekomunikasi, Cegah Panggilan Spam
• 21 jam lalukatadata.co.id
thumb
Incar Suplai Energi Hijau, Telkom Cari Mitra Global
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 27 Januari 2026: Leo Panen Pujian, Pisces Diminta Tahan Emosi
• 4 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Joko Kanigoro Akui Keputusan Partainya Dukung Prabowo Maju di Pilpres 2029 Penuh Risiko
• 8 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.