Pabrik Toyota Indonesia Siap Produksi Baterai untuk Mobil Listrik dan Hybrid

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto membeberkan perkembangan rencana perusahaan untuk segera memproduksi komponen baterai kendaraan elektrifikasi di dalam negeri.

"Seperti yang pernah kami sampaikan berkali-kali bahwa kita bekerja sama dengan pabrikan baterai. Kita sudah punya satu line (produksi), nanti pada waktunya kita akan buka," ujar Nandi ditemui di Jakarta, Senin (26/1/2026) malam.

Toyota Indonesia memasuki babak baru pada portofolio produk elektrifikasi (xEV) buatannya yang saat ini terdiri dari hybrid electric vehicle (HEV) dan battery electric vehicle (BEV). Namun demikian, komponen baterai keduanya belum sepenuhnya dibuat di Indonesia.

"Kita punya satu line khusus untuk baterai hybrid dan kalau kita berbicara soal baterai hybrid dan mobil listrik itu (pembedanya) cuma mengejar jumlah sel saja kan. Misalnya baterai mobil hybrid itu 1,7 kWh dan mobil listrik 50 kWh itu selnya sama, BMS (Battery Management System) sama. Jadi itu akan kita lakukan," terang Nandi.

Ini dilakukan untuk memenuhi kewajiban dari regulasi pemerintah terkait Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN yang nilainya bertambah pada periode waktu tertentu. Nandi bilang pihaknya tengah berkomunikasi dengan mitra penyuplai.

"Kemudian juga parts-parts yang lain seperti transaxle atau motor listrik itu sejak tahun lalu kita sudah mendatangi semua, misalnya supply chain kita. Kita sampaikan bahwa tahun 2027 ada target pemerintah seperti ini, kalau tidak bisa (penuhi) ya berarti kita tidak bisa produksi," jelasnya.

"Artinya tax kita besar dan jadi tidak kompetitif. Mereka memahami, tetapi mereka tentu perlu volume (produksi dan penjualan). Volume yang sangat memungkinkan sekarang adalah model hybrid, kita sudah mulai," kata Nandi.

Sebelumnya President & Executive Chief Engineer Toyota Daihatsu Engineering & Manufacturing Co. Ltd., Yoshiki Konishi pernah menyinggung perihal rencana pabrikan untuk memproduksi komponen baterai di Indonesia.

Ditemui di Jepang, Konishi mengatakan bahwa Toyota Group akan berkolaborasi dengan salah satu produsen baterai terbesar di dunia saat ini yakni CATL atau Contemporary Amperex Technology Limited.

“Kami akan bekerja sama dengan CATL yang sudah bangun industri baterai dan kami akan suplai bukan cuma Toyota tapi industri,” kata Konishi di Keio Hotel Plaza, Tokyo pada Oktober 2025 lalu.

CATL merupakan produsen asal China yang didirikan pada 2011, fokusnya pada manufaktur baterai lithium-ion, sistem penyimpanan energi, dan manajemen baterai kendaraan elektrifikasi seperti BEV dan HEV.

Menurut laporan Insideevs, CATL merupakan produsen baterai terbesar yakni 93 GWh. Lalu LG Energy Solution mencapai 57,1 GWh, dan BYD ada di urutan ketiga dengan 49,4 GWh, kemudian Panasonic (28,1 GWh), serta SK On (18,5 GWh).


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK Gandeng BPK saat Periksa Saksi Dugaan Korupsi Kuota Haji
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Kadis Koperas Jeneponto, Mernawati Terima Penghargaan Collaboration Partnership Award dari Konsulat Jenderal Australia
• 22 jam laluterkini.id
thumb
Pemulihan Listrik Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatera Capai 99 Persen
• 21 jam lalusuara.com
thumb
Detik-detik MC Lamaran El Rumi dan Syifa Hadju Salah Sebut Nama Mulan Jameela, Reaksi Istri Ahmad Dhani Disorot
• 11 jam lalugrid.id
thumb
Purbaya Respon Soal Dirinya ‘di-Noel-kan’: Gaji Gue Gede Di Sini
• 17 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.