Elnusa (ELSA) Percepat Jasa Eksplorasi Migas di Indonesia Timur dengan Penguatan Teknologi Seismik

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Elnusa (ELSA) memfokuskan langkah pada percepatan pekerjaan jasa eksplorasi migas melalui penguatan kapabilitas seismik darat (onshore) sejak awal 2026.

Elnusa (ELSA) Percepat Jasa Eksplorasi Migas di Indonesia Timur dengan Penguatan Teknologi Seismik. (Foto: Dok. iNews Media Group)

IDXChannel — PT Elnusa Tbk (ELSA) atau Elnusa, perusahaan jasa energi terintegrasi, memfokuskan langkah pada percepatan pekerjaan jasa eksplorasi migas melalui penguatan kapabilitas seismik darat (onshore) sejak awal 2026. 

Langkah ini menegaskan komitmen Elnusa dalam mendukung ketahanan energi nasional dengan mengedepankan teknologi dan inovasi sebagai pengungkit utama percepatan eksplorasi, termasuk melalui pelaksanaan awal kegiatan survei di kawasan strategis Indonesia bagian timur.

Baca Juga:
Pendapatan Tumbuh 9 Persen, Elnusa (ELSA) Bukukan Laba Rp525 Miliar hingga Kuartal III

Akselerasi ini sejalan dengan tema besar Elnusa, yang menempatkan penguasaan teknologi mutakhir dan pendekatan inovatif sebagai fondasi pengembangan bisnis jasa energi yang berkelanjutan. Melalui strategi ini, Elnusa berupaya menghadirkan solusi eksplorasi yang lebih andal, presisi, dan adaptif dalam menjawab tantangan industri migas nasional.

Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, menyampaikan bahwa penguatan teknologi menjadi kunci utama dalam mempercepat eksekusi proyek eksplorasi sejak awal tahun.

Baca Juga:
Elnusa (ELSA) Gandeng Ecolab Inc Kembangkan Bisnis Green Energy

“Elnusa mengawali 2026 dengan fokus mempercepat pekerjaan jasa eksplorasi melalui investasi pada teknologi seismik generasi terbaru. Penguatan ini kami lakukan untuk memastikan kualitas data yang optimal, efisiensi pelaksanaan proyek, serta penerapan standar keselamatan dan keandalan operasional yang tinggi, sekaligus mendukung agenda ketahanan energi nasional,” ujar Rustam.

Lebih lanjut, Rustam menegaskan kesiapan Elnusa dalam mendukung kegiatan survei seismik di Indonesia Timur. “Kawasan timur Indonesia membutuhkan pendekatan teknologi yang fleksibel dan adaptif. Dengan kapabilitas yang kami miliki saat ini, Elnusa siap mendukung kebutuhan survei seismik di wilayah tersebut secara lebih cepat dan efektif,” tambahnya.

Baca Juga:
Elnusa (ELSA) Jajaki Peluang Kerja Sama dan Proyek Migas di Irak

Sebagai bagian dari penguatan kapabilitas tersebut, Elnusa melakukan investasi strategis berupa pengadaan 25.000 unit STRYDE Range+ nodes dengan daya tahan operasional lebih panjang, yang didukung oleh STRYDE Nimble System dan STRYDE Mini System. Kombinasi dual-platform ini memberikan fleksibilitas tinggi dalam perancangan dan pelaksanaan survei, memungkinkan pengerjaan proyek secara simultan, serta mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya untuk survei seismik 2D maupun 3D.

Teknologi seismik nodal ini dirancang untuk menjawab tantangan khas kawasan Indonesia Timur yang memiliki keragaman struktur geologi, kondisi medan yang menantang, serta keterbatasan akses di sejumlah wilayah kerja. 

Sistem berskala besar dimanfaatkan untuk survei seismik 3D pada area luas, sementara sistem portabel mendukung survei 2D, pengujian parameter, serta survei awal di wilayah dengan tingkat kompleksitas tinggi.

Melalui pemanfaatan teknologi tersebut, Elnusa menargetkan peningkatan kualitas data seismik berdensitas tinggi, percepatan waktu akuisisi, serta efisiensi biaya operasional. Akselerasi dari tahap akuisisi hingga interpretasi data diharapkan dapat mendorong pengambilan keputusan eksplorasi yang lebih cepat, akurat, dan bernilai tambah bagi pemangku kepentingan.

Dengan penguatan kapabilitas seismik sejak awal 2026, Elnusa semakin mempertegas perannya sebagai mitra strategis industri energi nasional yang mengedepankan keandalan operasional, keselamatan kerja, serta penguasaan teknologi. Langkah ini menjadi bagian dari kontribusi nyata Elnusa dalam mendukung keberlanjutan eksplorasi migas nasional, khususnya di wilayah Indonesia bagian timur.

Ke depan, Elnusa terus menempatkan teknologi dan inovasi sebagai inti pengembangan bisnis jasa energi terintegrasi, guna menghadirkan solusi yang kompetitif, adaptif, dan berorientasi jangka panjang dalam mendukung ketahanan energi Indonesia.

(Febrina Ratna Iskana) 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI, Harta Kekayaan Rp74 Miliar tanpa Utang
• 22 jam laludisway.id
thumb
Media Prancis Bingung usai Eks Pemain PSG Layvin Kurzawa Rela Tinggalkan Eropa Demi Gabung Persib Bandung
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Transformasi Digital Dorong UMKM Naik Kelas
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sempat di-banned FIFA! Pemain Keturunan Eropa Ini Mengaku Ingin Bela Timnas Indonesia, Dipanggil John Herdman untuk FIFA Series dan Piala AFF?
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Misteri Hilangnya Tangan Kanan Xi Jinping, Diduga karena Pelanggaran Hukum Berat
• 7 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.