PPIH Arab Saudi Dilatih Hadapi Puncak Haji

republika.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 hari ini memperoleh materi mengenai layanan operasional jamaah haji khususnya menghadapi puncak haji pada bulan Zulhijah mendatang. Diketahui, puncak jamaah haji diperkirakan di antara tahap pra Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna) dan tahap setelah Armuzna. 

"Tugas memberikan pelayanan ini akan berada dalam lingkup tugas Satops (Satuan Operasi) Armuzna yang mana tugas pokoknya adalah membantu, melayani dan mengkoordinasikan penyiapan dan pengendalian pergerakan jamaah haji, di mana indonesia bersama petugasnya memberikan pelayanan umum, pelayanan kesehatan dan bimbingan ibadah," ujar Koordinator Materi TFG Diklat PPIH Arab Saudi 2026, Dr Letkol (Inf) Surnadi, dalam acara diklat PPIH Arab Saudi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga
  • Pesawat Smart Air Mendarat Darurat di Nabire, Kemenhub Beri Penjelasan
  • Banjir Landa 5 Kabupaten di Kaki Gunung Slamet, Wagub Jateng Curigai Alih Fungsi Lahan
  • Nombok Rp100 M, KDM Tawarkan Bandara Kertajati Tukar Guling dengan Bandara Husein Sastranegara

Surnadi pun mengimbau agar para petugas meningkatkan kesiapan dan kemampuan menghadapi situasi darurat serta mengatasi masalah yang mungkin timbul selama pelaksanaan haji. Kedua, petugas diminta meningkatkan koordinasi dan komunikasi antara petugas haji, maskapai,hotel dan pemerintah Arab Saudi.

Petugas, kata Surnadi, juga diminta menguji sistem yang akan digunakan selama pelaksanaan haji. Selanjutnya, petugas juga harus meningkatkan  kemampuan dalam mengelola dan mengawasi kegiatan jamaah haji. 

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Untuk melakukan tugasnya, petugas haji diminta membuat perencanaan yang di antaranya meliputi mempelajari tugas, peta dan situasi, menyusun organisasi, membuat rencana waktu, kegiatan dan minlog, membuat rencana Arafah, Muzdalifah dan Mina, membuat rencana posko utama dan posko taktis, serta membuaat rencana operasi gelar Armuzna.

Jamaah haji Indonesia ikut mabit di Muzdalifah pada Kamis (5/6/2025) malam usai wukuf di Arafah. - (Teguh Firmansyah / Republika)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Fasilitas Baru CGL 2 di Purwakarta Diharapkan Perkuat Ekosistem Industri Baja Nasional dan Kurangi Impor
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Jenazah Ditemukan Hangus Terbakar dalam Tumpukan Sampah di Sekotong, Polisi Luncurkan Penyelidikan
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Update Longsor Cisarua: Basarnas Serahkan 29 Kantong Jenazah ke Tim DVI Polda Jabar
• 14 jam lalujpnn.com
thumb
GASKAN Minta Jawaban Konkret Pemerintah Pusat terkait Pembentukan Provinsi Luwu Raya pada Rakor di Kemendagri
• 23 jam laluharianfajar
thumb
Calon Peserta Wajib Tahu! Tips dan Trik Mengikuti Juragan Jaman Now
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.