Pramono: Tidak Mungkin di Jakarta Tak Ada Genangan

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa genangan air di Jakarta tidak mungkin sepenuhnya bisa dihilangkan.

Ia menilai, kondisi tata ruang dan karakter wilayah Ibu Kota membuat potensi genangan tetap ada meski berbagai upaya penanganan banjir terus dilakukan.

“Secara tata ruang, enggak mungkin Jakarta ini tidak ada genangan, tidak mungkin," jelas Pramono saat meninjau pengerukan Kali Cakung Lama di wilayah Rawa Indah, Cilincing, Jakarta Utara, Selasa (27/1/2026).

Baca juga: Pedagang Es Gabus: Polisi dan TNI Enggak Minta Maaf kepada Saya

"Jadi saya harus menyampaikan apa adanya, tetapi inilah salah satu solusi jangka menengah yang kami lakukan untuk mengatur banjir yang selama ini terjadi di Jakarta,” sambungnya.

Meski demikian, Pramono menekankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berupaya menekan risiko dan dampak banjir melalui berbagai langkah penanganan, salah satunya normalisasi sungai.

Normalisasi Kali Cakung Lama disebut sebagai solusi jangka menengah untuk mengatur aliran air dan mengurangi genangan di sejumlah wilayah rawan.

Ia menjelaskan, normalisasi Kali Cakung Lama dilakukan sepanjang sekitar 8,5 kilometer dengan volume pengerukan kurang lebih 45.000 meter kubik yang terbagi dalam 17 segmen.

Proyek tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2027 dan dikerjakan secara menyeluruh.

“Kalau ini selesai, daerah-daerah yang selama ini terdampak seperti Kelapa Gading, Sukapura, Cilincing, Semper Barat, dan sebagainya mudah-mudahan bisa tertangani dengan baik,” kata Pramono.

Baca juga: Flyover Jakarta Dipasangi Bendera Parpol, Bentuk Unjuk Gigi yang Cederai Fasilitas Umum

Selain normalisasi sungai, Pramono menyebut penanganan banjir Jakarta juga dilakukan melalui langkah jangka pendek, salah satunya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang telah diperpanjang hingga Selasa (27/1/2026).

“Kalau tadi pagi jam 07.00 OMC tidak kita naikkan, pasti cuacanya berbeda dengan apa yang kita rasakan sekarang,” ujarnya.

Ke depan, Pramono menegaskan penanganan banjir Jakarta harus dilakukan secara berlapis, mulai dari jangka pendek, menengah, hingga panjang.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Ia menyebut normalisasi sungai, pembangunan Giant Sea Wall, serta proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) tetap menjadi bagian dari strategi besar pengendalian banjir di Ibu Kota.

“Memang penanganan jangka pendek, jangka menengah, dan tentunya jangka panjang, normalisasi sungai secara keseluruhan dan termasuk penyelesaian Giant Sea Wall, NCICD, dan sebagainya itu tetap harus dilakukan untuk di Jakarta,” kata Pramono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Diterjang Hujan Deras dan Angin Kencang, Bangunan SDN Tegalmuncar Boyolali Rusak
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Lirik Lagu "Rukun Sama Teman" yang Wajib Dinyanyikan Saat Upacara Bendera Hari Senin
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
DPR Gelar Rapat Paripurna, Sahkan Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI
• 9 jam laluidxchannel.com
thumb
Cuaca Hari Ini, Hujan Diprediksi Guyur Jabodetabek 
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Polisi Dalami Kehadiran Reza Arap di TKP Kematian Lula Lahfah
• 16 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.