BEKASI, KOMPAS.com – Sejumlah ruas jalan raya di Kota Bekasi mengalami kerusakan parah.
Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena kerap menyebabkan pengendara terjatuh.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, saat ini Pemerintah Kota Bekasi baru dapat melakukan perbaikan jalan secara situasional untuk mencegah kerusakan semakin parah.
Menurut Tri, perbaikan jalan berbahan dasar aspal tidak bisa dilakukan secara masif dalam waktu bersamaan karena berisiko memperparah kerusakan.
“Yang ada mungkin hanya perbaikan secara situasional saja. Jangan sampai kemudian muncul lubang yang begitu besar,” ujar Tri saat ditemui Kompas.com di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Selasa (27/1/2026).
Baca juga: Pemuda Bersihkan Halte, Wali Kota Bekasi: Tak Semuanya Diselesaikan Pemerintah
Tri mencontohkan, sejumlah ruas jalan di wilayah Pondok Gede, Jatiasih, hingga Mustika Jaya saat ini sudah mulai masuk dalam proses perbaikan.
“Sudah gerak, ya. Seperti yang di Jalan Nonon Sonthanie, sudah ada proses lelangnya,” kata dia.
KOMPAS.com/NURPINI AULIA RAPIKA Kondisi Jalan Alinda Raya, Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, tampak rusak parah dengan lubang besar yang tergenang air, Sabtu (3/1/2026).
Namun demikian, Tri menegaskan bahwa perbaikan jalan memerlukan perencanaan matang dan tidak bisa langsung dikerjakan secara instan.
“Kan enggak mungkin juga dikerjakan hari ini. Dan itu persoalan mendasarnya karena adanya bocoran-bocoran dari tanggul yang ada,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penanganan kebocoran tanggul harus diprioritaskan sebelum perbaikan jalan dilakukan secara menyeluruh.
“Jadi yang diperlukan ya memang bersabar, karena ada satu proses tata kelola keuangan yang harus kita patuhi. Kalau ini dilanggar, ya pasti ada persoalan," kata Tri.
Baca juga: Pramono: Jalan Rusak di Jakarta Tak Hanya Ditambal, tapi Diganti Total
Sebelumnya, ratusan titik jalan di Kota Bekasi tercatat membutuhkan perbaikan, terutama setelah banjir melanda sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi Idi Sutanto mengatakan, tingginya intensitas hujan berdampak signifikan terhadap kondisi jalan, khususnya lapisan aspal.
“Karena intensitas hujan luar biasa, tentunya kondisi aspal tidak terlalu kuat menahan. Ada beberapa ruas jalan yang memang rusaknya cukup parah. Kemarin totalnya di dinas untuk lelang saja sekitar 100 titik, baik jalan maupun saluran,” ujar Idi, Senin.