jpnn.com, JAKARTA - Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengatakan kebocoran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sangat tinggi, sehingga perampasan harta koruptor langkah yang tepat.
Hal ini disampaikan tokoh yang disapa Buya Anwar ini, menanggapi gencarnya Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam mengejar pengembalian kerugian negara dari tangan koruptor.
BACA JUGA: Keberanian Kejagung Mengejar Aset Koruptor Harus Ditiru Institusi Penegak Hukum Lain
“Kita mengapresiasi Kejagung, tapi memang uang negara yang dikorupsi masih jauh (belum banyak yang bisa dirampas),” kata Buya Anwar.
Dijelaskan Buya Anwar, orang tua Presiden Prabowo, Soemitro Djojohadikusumo memprediksi kebocoran mencapai 30 persen dari APBN.
BACA JUGA: Ketua PBNU Apresiasi Langkah Kejagung Rampas Harta Koruptor
“Pak Mahmud MD menyebut korupsi saat ini lebih dahsyat dari masa Orde Baru,” ungkap Wakil Ketua Umum MUI ini.
Presiden Prabowo, menurut Buya Anwar, sebenarnya juga menginginkan harta para koruptor dikembalikan ke negara.
BACA JUGA: Hunian Korban Bencana Sumatra Bakal Gunakan Duit Sitaan Koruptor?
“Prabowo sadar betul, uang-uang korupsi itu bisa diambil (negara). Sampai Prabowo bilang wahai para koruptor silakan kalian kembalikan, kalau perlu kalian datang diam-diam tapi kalian kembalikan,” paparnya.
Buya Anwar melihat Presiden Prabowo serius dalam melakukan pemberantasan korupsi di negara ini.
"Seharusnya ini didukung oleh aparat penegak hukum, baik Kejagung, KPK maupun Kepolisian. Jika tidak, menurutnya, maka nama baik Prabowo akan rusak, dan citranya jatuh di mata masyarakat,” ungkap Buya Anwar. (dil/jpnn)
Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif


