Gangguan Mesin, Pesawat Smart Air Mendarat Darurat di Laut Nabire

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAYAPURA, KOMPAS - Pesawat Smart Air C208B dengan nomor registrasi PK-SNS mendarat darurat di lepas pantai ujung Bandar Udara Douw Aturure, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Selasa (27/1/2026). Pesawat berbadan kecil ini mendarat darurat karena gangguan mesin sesaat setelah lepas landas. Semua penumpang selamat.

Pesawat yang memuat 11 penumpang dan 2 kru ini rencananya terbang ke Kabupaten Kaimana, Papua Barat. Pesawat sempat berhasil lepas landas pada pukul 12.55 WIT. Namun, dua menit kemudian pilot melaporkan adanya gangguan mesin kepada pengendali lalu lintas udara (ATC) Bandara Douw Aturure.

Berdasarkan keterangan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub), pendaratan darurat terjadi pada pukul 13.01.

“Berdasarkan laporan awal yang diterima, pesawat mengalami gangguan pada mesin, kemudian pilot in command (PIC) memutuskan return to base. Namun karena thrust power (daya dorong) semakin turun, PIC memutuskan mendarat darurat di ujung pantai landasan Bandara Douw Aturure,” demikian bunyi keterangan resmi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara yang dibagikan oleh Kepala Kantor Bandara Douw Aturure Benyamin Noach Apituley.

Benyamin juga turut membagikan foto dan video saat pesawat mendarat darurat. Terlihat, pesawat bergerak beberapa puluh meter di atas laut di ujung landasan 17 Bandara Douw Aturure.

Karena thrust power (daya dorong) semakin turun, PIC memutuskan mendarat darurat di ujung pantai landasan Bandara Douw Aturure.

Baca JugaPesawat Tergelincir di Kepulauan Yapen, Penyebab Masih Diselidiki

Setelah itu, upaya evakuasi dilakukan oleh pihak terkait. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Seluruh penumpang serta awak pesawat telah dievakuasi dengan selamat ke terminal bandara.

“Terkait detail pendarataan darurat ini, akan menunggu dari investigasi pihak KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi),” ujar Benyamin.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa menyatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait. Pihaknya juga memastikan investigasi menyeluruh akan segera dilakukan oleh pihak KNKT.

“Koordinasi intensif melalui UPBU Douw Aturure Nabire dengan operator penerbangan, TNI, kepolisian, serta pihak terkait lainnya untuk memastikan penanganan situasi berjalan dengan aman dan terkendali,” ujar Lukman.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
RI utamakan kemampuan TNI dan pendanaan mandiri dalam Dewan Perdamaian
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Berdiri di Badan Air, Bangunan Liar di Situ Tujuh Muara Depok Dibongkar
• 11 jam laludetik.com
thumb
Jenderal Zhang Youxia Ditangkap Diduga Terkait Gejolak Militer, Jenderal Atasan Lamanya Meninggal Dunia Bersamaan Picu Spekulasi
• 8 jam laluerabaru.net
thumb
Konsolidasi Kekuasaan To Lam, Taruhan Politik Vietnam
• 5 jam laludetik.com
thumb
730 KK Korban Banjir Bandang di Nagan Raya Masih Mengungsi
• 5 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.