Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memaparkan perkembangan program Sekolah Rakyat (SR). Saat ini, Sekolah Rakyat rintisan telah beroperasi di 166 titik yang tersebar di 34 provinsi.
Gus Ipul mengatakan, operasional Sekolah Rakyat mencakup tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA. Operasional sekolah-sekolah tersebut dilakukan secara bertahap, mulai dari bulan Juli 2025.
“Ada yang beroperasi sejak bulan Juli 63 titik, kemudian 37 titik operasi bulan Agustus, dan yang terakhir 66 titik beroperasi pada akhir September dan awal Oktober. Nah, kemarin sudah diresmikan secara langsung oleh Presiden di Kalimantan Selatan," jelas Gus Ipul di rapat kerja bersama Komisi VIII DPR pada Selasa (27/1).
Gus Ipul memaparkan, dari 166 titik Sekolah Rakyat yang sudah beroperasi, mencakup tingkat SD, SMP, dan SMA.
"Ada SD 121 rombel (rombongan belajar), SMP 242 rombel, SMA 275 rombel. Jadi Sulawesi ada 28 titik, Kalimantan 13 titik, di Jawa 70 titik, Sumatera 35 titik, Maluku ada 7 titik, Papua ada 6 titik. Inilah kira-kira yang sudah kita operasikan sejak bulan Juli, Agustus, akhir September, dan awal Oktober," jelas Mensos.
Gus Ipul mengatakan, Sekolah Rakyat yang saat ini sudah beroperasi ini ada yang sudah dibangun di lahan permanen. Ada pula yang masih menumpang di lahan milik instansi lain.
Ia mengatakan, pemerintah menargetkan satu Sekolah Rakyat setiap kabupaten/kota. Pembangunannya akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan dana APBN.
"Jadi untuk tahun ini akan dibangun 104 titik bagi kabupaten/kota yang tanah-tanahnya memenuhi syarat, artinya clear and clean. Dan sudah ada 104 titik yang dinyatakan telah clear and clean," ungkapnya.
"Diharapkan akhir tahun juga diharapkan akhir tahun ada tambahan lagi 100 titik baru, sehingga tahun depan itu ada 200 titik Sekolah Rakyat yang bisa menerima siswa itu 60.000 siswa,” tambahnya.




