JAKARTA, KOMPAS.com — Trotoar di sepanjang Jalan Daan Mogot KM 13, Cengkareng, Jakarta Barat, berada dalam kondisi memprihatinkan dan berpotensi membahayakan keselamatan pejalan kaki, termasuk penyandang tunanetra.
Puluhan lubang besar menganga di jalur pedestrian yang seharusnya menjadi ruang aman bagi masyarakat.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi pada Selasa (27/1/2026), kerusakan parah terlihat di trotoar yang bersebelahan langsung dengan aliran Kali Mookervart.
Kerusakan tersebut memanjang dari sekitar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Sahabat hingga ke arah Rumah Pompa Daan Mogot KM 13.
Baca juga: Maling Curi Kabel Lampu Jalan Koja dan Rusak Trotoar
Terpantau sedikitnya terdapat 16 lubang besar dengan ukuran bervariasi di sepanjang trotoar. Lubang-lubang itu bahkan berada tepat di jalur guiding block atau jalur pemandu yang diperuntukkan bagi penyandang tunanetra.
Kondisi ini menjadi ancaman serius bagi keselamatan pejalan kaki, terutama pada malam hari atau saat hujan turun. Genangan air kerap menutupi lubang sehingga menyulitkan pengguna jalan untuk memperkirakan kedalaman kerusakan.
Di beberapa titik, trotoar terlihat amblas cukup dalam hingga material tanah dan bebatuan di bawahnya tampak jelas. Bahkan, ada lubang yang panjangnya mencapai satu meter dengan lebar sekitar 60 sentimeter.
Alih-alih berfungsi sebagai penunjuk jalan yang aman, jalur pemandu berwarna kuning tersebut justru berakhir di lubang besar. Jika penyandang tunanetra mengikuti jalur tersebut tanpa pendampingan, risiko terperosok dan mengalami cedera sangat besar.
Shefia (26), warga Cengkareng yang tengah menunggu JakLingko di halte depan JPO Sahabat, mengaku prihatin dengan kondisi trotoar tersebut.
"Sedih sih lihatnya. Rusak-rusak semua begitu bolongnya pada gede," kata Shefia saat ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa.
Ia menuturkan, kerusakan trotoar di KM 13 sudah terjadi cukup lama dan belum pernah terlihat adanya perbaikan.
Baca juga: Sulit Jalan Kaki d Trotoar Survival, Warga Minta Proyek Saluran Limbah Cepat Rampung
"Kayaknya udah lama deh (rusaknya). Tapi emang sebenernya enggak banyak yang jalan kaki di sini, ada sih ada," ujar dia.
Ironisnya, trotoar tersebut justru lebih sering digunakan oleh pengendara sepeda motor untuk menghindari kemacetan maupun banjir di badan jalan.
"Banyakan motor malah yang naik, minggir buat lewatin kakah macet sama banjir," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinar Wenny, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti temuan tersebut.
"Akan segera kami lakukan pengecekan terlebih dahulu," kata Wenny saat dihubungi Kompas.com, Selasa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



