Misbakhun: Pro-Kontra Thomas Djiwandono Wajar, Mekanisme BI Tetap Terjaga

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID -- Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun buka suara soal pro-kontra publik terkait terpilihnya Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Pasalnya, Tom, sapaan Thomas, merupakan keponakan dari Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, pro kontra itu merupakan hal yang biasa.

Namun, ia menegaskan bahwa Bank Indonesia bekerja berdasarkan Undang-undang.

"Menurut saya itu masing-masing orang mempunyai persepsi. Tapi perlu saya sampaikan bahwa Bank Indonesia itu bekerja berdasarkan undang-undang," kata Misbakhun di Kompleks Parlemen, Senin, 26 Januari 2026.

BACA JUGA:4 Bulan Gaji Tidak Dibayar, Buruh Mengadu ke Kemenkum, Dirjen AHU Utamakan Mediasi

BACA JUGA:Bahaya Gejala Penyakit Kencing Tikus, Pramono Tegaskan Belum Ada Warga yang Terjangkit

Politikus Partai Golkar itu mengatakan undang-undang yang dijalankan oleh BI itu bersifat kolektif kolegial.

"Di dalam undang-undang itu ada kolektif kolegial. Ada Gubernur sebagai Gubernur Bank Indonesia dalam sebuah Dewan Gubernur Bank Indonesia, kemudian ada Deputi Gubernur Senior dan ada Deputi Gubernur. Jadi tidak bisa dikatakan kemudian masing-masing itu berdiri sendiri-sendiri, ada kolektif kolegial," imbuhnya.

Misbakhun tak menampik jika Thomas merupakan keponakan Presiden. Namun, ia menegaskan hal tersebut tidak menghilangkan profesionalisme yang ditunjukkan Thomas dalam proses uji kelayakan dan kepatutan.

"Bahwa fakta Pak Thomas keponakan itu iya. Tapi dia tadi sangat profesional menjelaskan bagaimana kebijakan-kebijakan itu diambil dalam sebuah proses," jelasnya.

Ia menekankan bahwa Thomas dalam fit and proper test justru menegaskan bahwa setiap kebijakan moneter di BI diambil melalui mekanisme institusional yang jelas, bukan keputusan personal.

BACA JUGA:Mengapa Jogja Sering Diguncang Gempa? Cek Fakta Geologi yang Jarang Diketahui

BACA JUGA:Wakil Ketua DPR RI: Pencalonan Adies Kadir Jadi Hakim MK Sudah Lewati Fit and Proper Test

Ia menambahkan, komitmen terhadap profesionalisme juga ditegaskan Thomas dalam pernyataan penutup saat fit and proper test.

"Di pernyataan penutup beliau menyampaikan tentang profesionalisme itu menjadi salah satu hal yang kuat yang ingin beliau jaga. Dan menurut saya itu menjadi sebuahpernyataan penutupyang menguatkan posisi profesionalisme seorang Thomas Djiwandono," tutupnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pengemudi GrabCar Ini Beri Pertolongan Persalinan Darurat Untuk Penumpangnya
• 18 jam lalujpnn.com
thumb
BYD Kerja Sama Bangun Pabrik Baterai EV Senilai Rp2,1 Triliun di Vietnam
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Judi Online Kian Marak, Kapolri Beberkan Penyebabnya
• 14 jam lalurctiplus.com
thumb
Jordy Wehrmann Menegaskan Tidak Pernah Menolak Panggilan Timnas Indonesia: Terjadi Miskomunikasi dengan Tim Kepelatihan Shin Tae-yong
• 11 jam lalubola.com
thumb
Rapat Paripurna DPR Sepakat Polri Berada Di bawah Presiden dalam Reformasi Polri
• 1 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.