Foto: Melihat Cara Ilmuwan Lacak Perjalanan Kupu-kupu Monarch Melintasi Benua

kumparan.com
2 jam lalu
Cover Berita

Para ilmuwan di Florida, AS, menggunakan teknologi pelacakan yang baru dikembangkan untuk melacak kupu-kupu monarch secara real-time. Terobosan ini dilakukan untuk mengubah studi migrasi dan perilaku serangga.

Peneliti dari Universitas Miami dan Universitas Princeton memasang tag radio kecil dan ringan pada kupu-kupu monarch yang mengirimkan data lokasi saat serangga tersebut melakukan perjalanan melintasi Amerika Utara.

Perangkat yang cukup kecil itu diletakkan di punggung kupu-kupu monarch, memungkinkan para ilmuwan untuk melacak pergerakan yang hingga kini sebagian besar disimpulkan dari penampakan dan penemuan kembali tag.

Dikutip dari Reuters, ahli biologi evolusi dan profesor di Universitas Miami, Neil Rosser, mengatakan teknologi baru ini muncul untuk melacak kupu-kupu di udara.

“Secara kebetulan, teknologi baru ini muncul di pasaran di mana Anda dapat memasang tag kecil ini pada kupu-kupu dan melacaknya di luar angkasa,” katanya.

Alat yang dikembangkan oleh Cellular Tracking Technologies ini menggunakan sinyal Bluetooth dan panel surya kecil untuk mengirimkan data tanpa baterai.

Penerima apa pun dalam jangkauan, termasuk ponsel dapat mendeteksi sinyal tersebut. Perusahaan mengeklaim tag akan berfungsi selama kupu-kupu hidup.

Sementara peneliti pascadoktoral di Universitas Princeton, Isla Duporge, mengatakan cara ini membuka besar peluang penelitian.

“Kemampuan untuk memasang tag pada kupu-kupu monarch dan melacaknya secara real-time membuka peluang besar,” kata Isla Duporge.

Kupu-kupu monarch bermigrasi ribuan mil dari Kanada dan Amerika Serikat bagian utara ke tempat-tempat hibernasi di Meksiko, migrasi terpanjang yang diketahui dari serangga mana pun meskipun belum pernah melakukan perjalanan tersebut sebelumnya.

“Masih banyak pertanyaan terbuka tentang ke mana mereka pergi, berapa banyak rute yang mereka gunakan, dan bagaimana populasi yang menetap berbeda dari populasi yang bermigrasi,” tambah Isla.

Data dari tag ditampilkan pada peta interaktif yang menunjukkan jalur pergerakan yang tepat, menawarkan wawasan tentang bagaimana kupu-kupu monarch bernavigasi, berhenti, dan bagaimana faktor lingkungan dapat memengaruhi migrasi.

Para peneliti mengatakan teknologi yang sama dapat segera digunakan pada serangga lain, termasuk capung dan belalang. Terobosan ini berpotensi membantu penelitian ekologi dan bahkan upaya kemanusiaan dengan melacak kawanan yang merusak.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dukungan Pembinaan Atlet Muda BNI Raih Prestasi Gemilang di Indonesia Masters 2026
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Wamen ESDM: Pembayaran Kompensasi BBM dan Listrik Kini Cair Tiap Bulan
• 4 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
LRT Jabodebek Andal Saat Cuaca Ekstrem, Rekor Pengguna Harian Tembus 123.276
• 5 jam lalumediaapakabar.com
thumb
200 peserta didik KKP jadi relawan bencana di Aceh
• 23 jam laluantaranews.com
thumb
Pesawat Smart Air Jatuh di Perairan Nabire Diduga Akibat Gangguan Mesin
• 3 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.