CELEBESMEDIA.ID, Makassar – Pemerintah Kota Makassar terus memperkuat pengawasan pengelolaan sampah. Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, melakukan peninjauan langsung ke kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Kecamatan Manggala, Selasa (27/1).
Kunjungan ini bertujuan memastikan pengelolaan sampah berjalan sesuai standar lingkungan dan tidak menimbulkan dampak pencemaran.
Zulkifly mengatakan peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi terkini TPA, termasuk pemanfaatan lahan baru yang telah digunakan untuk memperluas area pembuangan sampah.
“Kami sedang memantau kondisi TPA saat ini, apalagi sudah ada lahan baru yang digunakan untuk memperluas area. Yang paling penting kami pastikan adalah tidak terjadi pelanggaran lingkungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, fokus pengawasan diarahkan pada sistem pengelolaan limbah, khususnya air lindi agar tidak mencemari lingkungan sekitar. Selain itu, pemerintah kota juga mengevaluasi kebutuhan serta kendala yang dihadapi para petugas TPA di lapangan.
“Kami melihat bagaimana pengelolaan limbahnya, bagaimana kondisi air lindinya, serta apa saja yang masih dibutuhkan oleh petugas TPA di sana,” jelasnya.
Dari hasil peninjauan, ditemukan sejumlah hal yang perlu segera dibenahi. Salah satu perhatian utama adalah perbaikan sistem penyimpanan air lindi dan pembangunan saluran drainase agar aliran limbah tetap terkendali.
“Ada beberapa masukan, terutama terkait perbaikan penyimpanan air lindi. Itu sudah kami anggarkan. Begitu juga dengan perbaikan drainase untuk aliran limbah air lindi agar tidak mencemari lingkungan,” ungkapnya.
Selain perbaikan teknis, Pemkot Makassar juga akan melakukan penimbunan area TPA sesuai rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
“Ada saran dari Kementerian Lingkungan untuk dilakukan penimbunan dengan tanah, kemudian nantinya akan dilakukan penghijauan. Kami pantau volumenya dan teknis pelaksananya," jelasnya.
Ia menambahkan Wali Kota Appi telah menginstruksikan agar seluruh kondisi TPA segera dicek secara menyeluruh untuk kebutuhan perencanaan ulang, termasuk akses jalan menuju kawasan TPA.
“Pak Wali Kota menyampaikan kepada saya agar segera mengecek semuanya untuk dibuat perencanaan ulang, termasuk akses jalan menuju lokasi,” ujarnya.
Terkait luas lahan baru, Sekda menyebutkan area tersebut mencapai sekitar tiga hektare. Meski demikian, ia menegaskan bahwa penambahan lahan bukan solusi jangka panjang atas persoalan sampah yang kian meningkat.
“Kita tidak bisa terus mengandalkan pembelian lahan baru dan penimbunan. Yang terpenting adalah bagaimana kita mereduksi sampah agar volumenya bisa berkurang,” tegasnya.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemkot Makassar mendorong penerapan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Namun, realisasinya masih membutuhkan pembahasan lanjutan bersama Wali Kota Makassar.
“Itu melalui PSEL, tetapi tentu nanti kita harus bicarakan lagi tahapan-tahapannya bersama Pak Wali Kota,” pungkas Zulkifly.
Sementara itu, Camat Manggala Andi Eldi menyampaikan bahwa aktivitas pembuangan sampah di TPA Tamangapa masih berjalan normal dengan penanganan sesuai arahan Dinas Lingkungan Hidup dan kementerian terkait.
“Alhamdulillah, untuk pembuangan sampah sejauh ini masih berjalan. Penanganan juga terus dilakukan, salah satunya dengan menutup sampah menggunakan tanah sesuai arahan dari Dinas Lingkungan Hidup dan kementerian,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan kolam lindi sebagai bagian vital dalam mencegah pencemaran lingkungan.
“Kolam lindi ini sangat penting. Air sampah harus ditampung dan diolah di dalam area TPA. Kalau sampai keluar ke sungai, tentu berbahaya bagi lingkungan,” jelasnya.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau area TPA Bintang Lima serta kolam lindi yang telah tersedia. Menurut Andi Eldi, kondisi TPA saat ini menunjukkan progres positif.
“Penanganan awal sudah terlihat. Sampah-sampah lama ditimbun dengan tanah, bahkan sudah ada area yang mulai hijau. Ini menjadi catatan positif, apalagi saat kunjungan kementerian kemarin juga mendapat penilaian yang baik,” katanya.
Namun, ia mengakui masih terdapat kendala pada akses jalan menuju TPA, terutama saat musim hujan yang membuat jalur menjadi licin dan rusak.
Pemkot Makassar juga telah melakukan pembebasan lahan seluas sekitar 2 hingga 3 hektare pada akhir 2025 sebagai bagian dari rencana pengembangan TPA ke depan.
Terkait kondisi TPA yang masih overload, Andi Eldi menegaskan pentingnya penanganan dari hulu dengan mendorong pemilahan sampah sejak dari sumbernya.



