JAKARTA — Jumlah korban tewas akibat serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap kapal-kapal yang diduga mengangkut narkoba telah mencapai 126 orang. Jumlah ini termasuk mereka yang diduga tewas setelah hilang di laut, demikian dikonfirmasi militer AS pada Senin (25/1/2026).
Angka tersebut mencakup 116 orang yang tewas seketika dalam setidaknya 36 serangan yang dilakukan sejak awal September di Laut Karibia dan Samudra Pasifik bagian timur, kata Komando Selatan AS. Sepuluh orang lainnya diyakini tewas karena tim pencari tidak menemukan mereka setelah serangan.
Delapan dari mereka yang diduga tewas telah melompat dari kapal ketika pasukan Amerika menyerang tiga kapal yang dituduh menyelundupkan narkoba pada 30 Desember, kata militer. Jumlah tersebut tidak dirilis sebelumnya, meskipun militer mengatakan ketika mengumumkan serangan bahwa Penjaga Pantai AS telah mencari korban selamat. Dua orang lainnya yang diduga tewas berada di kapal yang diserang pada 27 Oktober dan Jumat (23/1/2026) lalu.
Presiden Donald Trump mengatakan AS sedang terlibat “konflik bersenjata” dengan kartel di Amerika Latin dan membenarkan serangan tersebut sebagai eskalasi yang diperlukan untuk membendung aliran narkoba. Namun, pemerintahannya hanya memberikan sedikit bukti untuk mendukung klaimnya tentang pembunuhan “teroris narkoba.”



