Rencana perpanjangan jalur MRT ke Serpong, Tangerang Selatan hingga Balaraja, Kabupaten Tangerang, saat ini telah memasuki tahap studi dengan melibatkan pengembang swasta.
Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta, Farchad Mahfud, mengatakan feasibility study atau studi kelayakan untuk rute Lebak Bulus-Serpong tengah dilakukan bersama Sinarmas Land dan ditargetkan rampung pada akhir 2026.
"Kita akan fokus pada joint study yang kita lakukan dengan mitra, Sinarmas Land, untuk memfinalkan studinya di akhir tahun," kata Farchad di kantor pusat MRT, Sudirman, Selasa (27/1).
Rute Lebak Bulus-Serpong direncanakan sepanjang sekitar 22 kilometer. Jalur tersebut diproyeksikan terdiri atas 10 stasiun dan satu depo, dengan estimasi waktu tempuh dari Jakarta menuju Tangerang Selatan sekitar 36 menit.
Farchad menegaskan seluruh detail teknis proyek masih bersifat kajian dan belum ditetapkan sebagai desain final.
"Stasiunnya ini masih belum ditentukan jalurnya pun masih belum ditentukan ya. Jadi tolong jangan di-quote ini sebagai jalurnya final, di seluruh studi ini ingin memastikan jalurnya yang tepat itu seperti apa, demikian sehingga bisa layak dibiayai secara fully private fund," ungkap Farchad.
Selain ke Serpong, MRT Jakarta juga menyiapkan perpanjangan jalur ke arah Kabupaten Tangerang melalui koridor Kembangan-Balaraja. Untuk proyek ini, kata Farchad, MRT Jakarta dalam waktu dekat bakal menandatangani nota kesepahaman dengan tujuh pengembang swasta untuk memperdalam kajian pengembangan jalur MRT Lintas Timur-Barat fase 2 sisi Banten.
Rute menuju Balaraja direncanakan sepanjang 29,9 km, dengan 14 stasiun dan satu depo. Jalur ini dirancang menggunakan konstruksi layang (elevated).
"Di mana kita ingin mendorong pengembangan menggunakan developer contribution. Tunggu aja tanggal mainnya nanti dari Pak Dirut akan ada pengumuman dalam waktu dekat," tutur Farchad.



