REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN— Kawasan regional Timur Tengah mengalami peningkatan ketegangan yang tajam terkait Iran, setelah serangkaian gerakan militer dan pernyataan resmi serta pernyataan dari faksi-faksi, di tengah kekhawatiran akan kemungkinan konfrontasi yang dapat meluas ke seluruh kawasan.
Berikut ini empat tanya jawab yang dikutip dari Aljazeera, Selasa (27/1/2026) menjelaskan situasi terkini di kawasan:
Baca Juga
Akankah Kejayaan Negara-Negara Barat Runtuh Sebagaimana Soviet: Prediksi Berulang?
Filsuf Prancis yang Prediksi Jatuhnya Soviet Ini Dukung Iran Punya Senjata Nuklir
Dinar Bertuliskan Tauhid dan Kalimat Islami, Benarkah Raja Inggris Offa Rex Masuk Islam?
Pertama, apa yang memicu situasi ini?
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) pada Senin (26/1/2026) mengumumkan kedatangan kapal induk USS Abraham Lincoln dan kelompok tempurnya ke Timur Tengah, sebagai langkah untuk memperkuat kekuatan militer AS di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. .rec-desc {padding: 7px !important;}
Foto-foto yang dipublikasikan komando tersebut memperlihatkan para pelaut di atas kapal induk selama pemeliharaan rutin di Samudra Hindia, menegaskan bahwa kelompok tempur tersebut bekerja untuk memperkuat keamanan dan stabilitas regional.
Dalam pernyataan yang dilansir media Israel, Komandan Komando Pusat AS Brad Cooper mengatakan logika militer AS didasarkan pada kemungkinan pelaksanaan operasi singkat, cepat, dan bersih di dalam Iran, menambahkan bahwa kesiapan penuh di arena Iran membutuhkan waktu, namun AS selalu siap untuk tindakan terbatas apa pun.
Cooper mencatat bahwa serangan yang mungkin terjadi akan menargetkan para pejabat yang telah menyakiti para demonstran.
Dalam konteks yang sama, Kepala Staf Israel melaporkan koordinasi pertahanan antara Israel dan Amerika Serikat telah dibahas dalam hal terjadi serangan yang dapat menyebabkan peluncuran rudal balistik ke arah Israel.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)