Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan rebalancing indeks-indeks LQ45, IDX30, dan IDX80. Laju indeks utama ini diperkirakan dapat menyalip laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Analis Kiwoom Sekuritas Miftahul Khaer menjelaskan biasanya rebalancing akan memberi dorongan jangka pendek melalui aliran dana pasif dari reksa dana indeks maupun Exchange Traded Fund (ETF).
“Sehingga likuiditas dan visibilitas saham-saham tersebut meningkat,” ujar Mifta, Selasa (27/1/2026).
Namun, lanjutnya, dampak berkelanjutannya tetap sangat bergantung pada fundamental dan katalis masing-masing emiten.
Selain itu, Mifta juga menuturkan peluang untuk indeks-indeks ini mengalahkan IHSG secara performa 2026 masih cukup masuk akal, dengan pelonggaran suku bunga global, stabilisasi rupiah, serta pemulihan selektif laba big caps. Hal tersebut terutama di sektor perbankan dan juga energi.
Lebih lanjut, Mifta juga mengatakan secara umum laju LQ45, IDX30, dan IDX80 ke depannya masih akan dipengaruhi oleh arus dana asing, dinamika suku bunga, dan nilai tukar.
Baca Juga
- Daftar Lengkap Hasil Rebalancing Indeks LQ45, IDX30, dan IDX80 Efektif 2 Februari 2026
- Rebalancing MSCI Kian Dekat, Cek Deretan Saham Calon Penghuni Baru
- Kinerja LQ45 Potensi Salip Laju IHSG, Efek Masuknya Emiten Jumbo
Adapun Kiwoom Sekuritas memilih saham HRTA di indeks utama, dengan rekomendasi trading buy, dan target harga Rp2.800 per saham.
Sebagai informasi, berdasarkan pengumuman BEI, saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) milik Prajogo Pangestu masuk menjadi konstituen LQ45, menggantikan saham PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES).
Pada Indeks IDX30, saham BUMI dan EMTK masuk menjadi konstituen baru menggantikan saham ITMG dan SMGR di indeks ini.
Sementara itu, pada indeks IDX80 saham-saham seperti BREN, CUAN, dan HRTA masuk ke indeks ini. Ketiga saham ini menggantikan saham AVIA, LSIP, dan PNBN yang didepak dari IDX80.
Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.



