YAYASAN Indonesia Setara (YIS) bersama Gebrakan Anak Negeri (GAN) menggelar Pelatihan Tata Boga Pembuatan Olahan Edamame berupa bolen dan cake kukus edamame kepada 50 ibu rumah tangga. Pelatihan diselenggarakan di GOR Dramaga, Bogor Barat, Kota Bogor, Jumat (23/1).
Kegiatan ini bertujuan bertujuan membuka peluang kerja dan mendorong kemandirian ekonomi perempuan di wilayah tersebut.
Founder YIS, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan sejak berdiri pada 2011, YIS berfokus pada pemberdayaan anak muda, penyandang disabilitas, dan perempuan. Menurutnya, pemberdayaan perempuan memiliki peran strategis dalam memperkuat ekonomi keluarga dan masyarakat.
Baca juga : Latih Para Ibu Pasarkan Kuliner dengan AI, Sandiaga Uno: Buka Lapangan Kerja
"Ketika ibu-ibu berdaya dan mandiri secara ekonomi, mereka menjadi kekuatan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga," ujar Sandiaga Uno dalam siaran tertulis pada Selasa (27/1).
Ketua Umum GAN, Evie Sofia, menyampaikan Workshop Komoditas Unggulan Edamame merupakan pelatihan batch kedua yang diselenggarakan pihaknya di Dramaga, Bogor Barat. Selama ini, GAN telah melakukan pendampingan UMKM di hampir 22 provinsi di Indonesia.
"Kali ini kami memperluas pelatihan ke Desa Dramaga. Bekerja sama dengan Yayasan Indonesia Setara, kami ingin mendukung ibu-ibu agar terus meningkatkan soft skill dan hard skill," kata Evie.
Baca juga : Buka Lapangan Kerja lewat Gelaran Pelatihan Digital Marketing Difabel Setara
Ia berharap pelatihan tersebut dapat berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan ekonomi ibu-ibu di Desa Dramaga. Selain keterampilan pengolahan pangan, peserta juga akan dibekali pemanfaatan teknologi untuk promosi, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI) sederhana dalam membuat desain promosi produk.
Di kesempatan yang sama, Sekretaris Desa Dramaga, Budi Hartadi, menilai edamame sebagai komoditas pertanian lokal yang memiliki potensi besar untuk diolah menjadi produk bernilai jual.
Menurut dia, pelatihan ini menjadi kebanggaan bagi Desa Dramaga karena mendorong pemanfaatan hasil pertanian lokal oleh masyarakat.
"Dengan pelatihan ini, ibu-ibu bisa mengolah hasil pertanian di wilayah sendiri menjadi produk rumahan yang bernilai ekonomi," ujarnya.
Budi berharap kegiatan tersebut dapat menambah wawasan ibu-ibu, termasuk anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), bahwa bahan pangan lokal yang mudah diperoleh dapat diolah menjadi produk sehat dan bernilai ekonomi.
"Mudah-mudahan pelatihan ini memberi manfaat bagi UMKM dalam menambah keterampilan dan produk baru, sehingga bisa menjadi usaha rumahan dan meningkatkan produktivitas ibu-ibu dalam kehidupan sehari-hari," tutur Budi.
Diketahui, pada sesi Kick-Off Program, peserta diajarkan hardskill membuat Bolen Edamame & Cake Kukus Edamame. Kedua menu ini dipilih karena memiliki bahan yang murah, mudah ditemukan, dan bisa dimodifikasi sesuai keinginan penjual.
Selain itu, peserta juga diajarkan menggunakan Generative AI untuk membuat konten dan ditantang untuk langsung Open Pre-Order hari itu juga. Dari tantangan tersebut, para ibu-ibu peserta mendapatkan pesanan total 706 untuk Bolen & Cake Kukus Edamame, dengan harga jual Rp3.500 - Rp4.000 untuk kedua produk. Para ibu-ibu berhasil mendapatkan pendapatan sekitar Rp2.361.000 dari pesanan di hari tersebut. (E-4)



