Semesta film Saranjana: Kota Gaib, yang meraih 1,2 juta penonton saat tayang di bioskop, kini diperluas lewat film terbaru garapan Johansyah Jumberan berjudul Kuyank. Ada beberapa fakta menarik mengenai film Kuyank:
Fakta Menarik Film Kuyank1. Berbasis FolkloreUniverse Kuyank memperluas semesta cerita Saranjana dengan skala yang lebih emosional, gelap, dan sinematik. Film yang dibintangi Rio Dewanto ini menegaskan posisi sebagai horor berbasis folklore Indonesia dengan cerita emosional.
Kuyank membawa satu pesan yang menjadi napas film, bahwa bukan cinta yang salah. Tekananlah yang menjadikannya kutukan.
2. Emosional di Balik HororDi Kuyank, teror tidak hadir sebagai hiasan, melainkan akibat dari konflik manusia. Ketika cinta ditekan oleh keluarga, adat, dan norma, pilihan menyempit, rasa takut tumbuh, lalu kutukan hadir.
"Kami ingin penonton masuk lewat emosi, lalu terseret ke teror. Kuyank adalah horor yang membekas karena penonton peduli dulu, baru takut," kata produser film Kuyank, Victor G. Pramusinto, dalam keterangan resmi.
3. Bagian dari Saranjana UniverseSebagai prekuel Saranjana Universe, Kuyank menghadirkan bab baru yang berdiri kuat sebagai cerita sendiri. Namun, Kuyank dipastikan tetap memberi akar yang memperkaya pengalaman penonton yang sudah mengikutinya.
"Film ini tak hanya menyajikan teror, tetapi juga menghadirkan pendekatan budaya yang kuat melalui riset mendalam dan proses produksi yang sepenuhnya dilakukan di Kalimantan," kata Johansyah, sang sutradara.
4. CGI Kuyank Digarap LMN StudioSalah satu daya tarik utama Kuyank adalah kualitas visual yang dirancang untuk pengalaman layar lebar. Sosok Kuyang dihadirkan dengan pendekatan CGI premium yang dikerjakan oleh LMN Studio.
Visual ini diharapkan memperkuat kesan realistis dan mencekam, sekaligus menjaga standar produksi horor nasional yang serius.
5. Dibintangi Jajaran Pemain PopulerKuyank didukung jajaran pemain populer yang membawa konflik emosional terasa dekat dan nyata. Perpaduan drama keluarga dan horor menciptakan pengalaman yang sulit dilupakan.
Film ini dibintangi Rio Dewanto (Badri), Putri Intan Kasela (Rusmia), Ochi Rosdiana (Fauziah), Jolene Marie (Husnah), Barry Prima (Utuh Ampong), Dayu WIjanto (Hj. Saidah), Ananda George (Kakek Hendra), Betari Ayu (Fitri), Hazman Al Idrus (Rustam), dan Ellizabeth ChrisYne (LaMfah).
Rio, pemeran Badri, mengaku terkesan dengan keramahan orang-orang di Tanah Borneo. "Pengalaman syuting di Banjar menyenangkan. Kalau enggak ada project ini, mungkin saya tidak pernah ke Kalimantan. Orang sana ramah-ramah," kata Rio.
Cerita Kuyank berpusat sejak tujuh tahun sebelum gerbang Saranjana terbuka. Cinta tokoh Rusmia dan Badri runtuh karena tekanan adat dan ramalan buruk.
Hal ini memaksa Rusmia mencari jalan gelap, yaitu ajian Kuyang. Keputusannya memicu teror yang menghantui bayi dan perempuan hamil, sementara identitasnya perlahan terkuak.
Sebelum tayang di bioskop pada 29 Januari, Kuyank telah diputar perdana dalam Special Screening Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) ke-20, beberapa waktu lalu.


