JAKARTA, KOMPAS.TV- Harga emas dunia kembali naik mencapai US$ 5.100 atau Rp85,17 juta per ons pada Selasa (27/1/2026). Minat masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Di tengah tingginya permintaan, ketersediaan emas fisik khususnya emas batangan produksi Aneka Tambang (Antam) kian langka. Kondisi ini membuat banyak calon investor kesulitan mendapatkan emas fisik secara langsung, baik di butik resmi maupun di pasar sekunder.
Meski demikian, masyarakat tetap memiliki sejumlah alternatif investasi yang lebih praktis dan mudah diakses dengan karakter sebagai aset lindung nilai.
Melansir laman Pegadaian, berikut pilihan investasi yang dapat dipertimbangkan saat emas fisik jarang tersedia.
Baca Juga: Harga Emas Batangan Hari Ini 3 Agustus 2025 Naik, Antam Tembus Rp2 Juta per Gram
1. Emas Digital
Emas digital menjadi salah satu alternatif investasi yang banyak diminati saat emas fisik sulit diperoleh. Instrumen ini memungkinkan investor membeli emas dalam bentuk saldo digital melalui aplikasi resmi yang telah diawasi otoritas terkait.
Nilai emas digital mengikuti harga emas dunia dan dapat dicairkan kapan saja sesuai kebutuhan. Selain praktis, emas digital juga tidak memerlukan biaya penyimpanan fisik sehingga lebih efisien bagi investor pemula.
2. Tabungan Emas
Tabungan emas merupakan produk investasi yang memungkinkan masyarakat menabung emas secara bertahap dengan nominal kecil. Skema ini cocok bagi investor yang ingin memiliki emas tanpa harus membeli satu gram secara langsung.
Penulis : Switzy Sabandar Editor : Gading-Persada
Sumber : Pegadaian
- Investasi EMAS
- EMAS fisik
- Investasi selain emas
- emas batangan
- emas digital
- tabungan emas





