Komisi V DPR Cecar Menteri PU soal Anggaran Penanganan Bencana Sumatera

detik.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Komisi V DPR RI mencecar Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terkait kesiapan dan skema anggaran dalam menangani bencana di Sumatera. Komisi V DPR mempertanyakan dari mana anggaran yang diperoleh Kementerian PU.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi V DPR RI Lasarus dalam rapat kerja bersama semua mitra kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2026). Lasarus mulanya menilai penanganan bencana selama ini dilakukan dengan cara 'copot sana-sini' anggaran, lantaran tak adanya direktorat khusus yang menangani bencana di Kementerian PU.

"Kita nih sekarang susah nih Pak Menteri PU, tidak ada Direktorat khusus, Pak, yang menangani ini. Ini tarik sana, tarik sana, tarik sana, padahal bencana kita ini tiap hari," kata Lasarus.

Lasarus mengatakan hampir seluruh dampak bencana selalu berujung pada tugas Kementerian PU. Namun ironisnya, Kementerian PU tak memiliki anggaran khusus untuk penanganan pascabencana.

Baca juga: Basarnas: Dampak Longsor Cisarua Lebih dari 30 Hektare

"Selalu yang mengambil pekerjaan jalan rusak PU, bendungan rusak PU, ya kan? Jembatan rusak PU, air rusak PU, semuanya PU," kata Lasarus.

"Anggaran kita tidak ada. Bapak tidak punya anggaran pasca bencana lho, Pak. Tidak ada, seingat saya tidak ada. Tidak ada," sambungnya.

Lasarus pun mendorong pemerintah untuk berani mengambil langkah kelembagaan. Khususnya, dengan membentuk direktorat khusus penanganan bencana di Kementerian PU.

"Harus berani kita mengatakan, kalau memang perlu kita buat direktorat khusus yang menangani soal itu, kita bikin Pak Menteri. Kemudian anggarannya kita siapkan," katanya.

"Kalaupun tidak digunakan, minimal ada klausul di badan anggaran yang mengatakan, untuk dirjen penanganan pasca bencana di kementerian pu boleh menggunakan uang dari bendahara negara," lanjut Lasarus.

Baca juga: 43 Jenazah Dievakuasi dari Longsor Cisarua, 27 Jasad Sudah Teridentifikasi

Kemudian, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae juga turut mempertanyakan anggaran yang diperoleh Kementerian PU untuk menangani bencana Sumatera. Menurutnya, absennya kelembagaan khusus penanganan bencana di Kementerian PU dapat mengganggu program pembangunan nasional.




(amw/jbr)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Siswa SD di Aceh Tamiang Kembali Nikmati Program MBG Pascabencana Banjir Bandang
• 15 jam lalurepublika.co.id
thumb
Terpilih jadi Deputi Gubernur BI, Thomas Djiwandono Dorong Sinergi Fiskal dan Moneter
• 8 jam lalugenpi.co
thumb
Jalur KA Kalisat-Bondowoso, BTP Surabaya Petakan Peluang Pembukaan Kembali
• 3 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Diam-diam Reza Arap Telah Jalani Pemeriksaan Soal Kematian Lula Lahfah, Dicecar 30 Pertanyaan
• 5 jam lalugrid.id
thumb
DSDABM Surabaya Pastikan Proyek Jembatan di Keputih Tidak Berlanjut dan Tetap Dipantau
• 4 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.