GenPI.co - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih Thomas Djiwandono ingin memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter di level likuiditas dan suku bunga.
Hal ini demi mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Thomas yang terpilih sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia menyebut hal ini berbeda dibandingkan yang sudah dilakukan sebelumnya oleh kedua otoritas.
“Hal yang saya ingin cetuskan adalah sinergi fiskal moneter, khususnya di level likuiditas dan suku bunga. Ini fundamentally berbeda dengan apa yang dilakukan saat pandemi,” kata Thomas, dikutip Selasa (27/1).
Thomas menyebut Indonesia berupaya mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Maka dari itu, dia menilai perlu sinergi fiskal-moneter yang berbeda dibandingkan masa pandemi.
Thomas menegaskan tugas pengelolaan likuiditas bank sentral tidak hanya terkait dengan kebijakan moneter, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi.
Hal ini merujuk pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK),
Dia menyebut kebijakan moneter BI selama ini sangat akomodatif, dengan penurunan suku bunga (BI-Rate) 6,25 persen pada 2024 menjadi 4,75 persen sekarang ini.
Namun demikian, dia menilai masih terjadi time lag transmisi penurunan BI-Rate.
Dia membeberkan bunga kredit modal kerja turun 0,27 persen dalam 6 bulan dan paling banyak 0,59 persen dalam 3 tahun untuk penurunan 1 persen BI-Rate.
“Artinya, transmisi dampak kebijakan membutuhkan waktu lama dan tidak sepenuhnya dapat ditransmisikan. Karena itu saya merasa perlu sinergi kebijakan dengan fiskal dan otoritas keuangan,” tegas dia.
Bagaimana pun Thomas memandang sinergi fiskal dan moneter sudah terbangun dengan baik selama ini, tetapi bisa semakin diperkuat melalui forum Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
“Jadi, sinergi ini penting dalam menghadapi risiko. Kalau kami melihat kilas ke belakang di masa covid-19, di situ ada burden sharing yang sangat membantu kami dan di mana Kemenkeu juga melakukan ekspansi fiskalnya,” jelas dia.(ant)
Jangan sampai ketinggalan! Kamu sudah lihat video ini ?



/https%3A%2F%2Fasset.kgnewsroom.com%2Fphoto%2Fpre%2F2026%2F01%2F26%2Fb0cb0176-b7d0-4f4a-9eba-35d7928b8481_jpeg.jpg)
