JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi mengonfirmasi telah menerima informasi terkait dugaan kekerasan fisik yang dialami Suderajat (49), pedagang es gabus yang sebelumnya dituduh menjual produk berbahan spons saat berjualan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Dugaan penganiayaan tersebut kini tengah diklarifikasi oleh kepolisian.
Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, informasi mengenai dugaan kekerasan baru diketahui setelah kasus tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.
Baca juga: Kapolres Depok Beri Motor ke Pedagang Es Gabus yang Dituduh Polisi Pakai Spons
“Kami pun baru dapat informasi belum lama ini, karena kemarin kami belum dapat info selama pemeriksaan di Polsek Kemayoran, Pak Suderajat tidak menyampaikan adanya informasi mendapat penganiayaan,” ujar Roby kepada Kompas.com di Mapolres Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).
Roby menegaskan, polisi akan mengklarifikasi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
“Tapi karena kami sudah dapat, tentu saja kami akan mengklarifikasi apakah yang disampaikan di media sosial yang baru kami temukan tadi itu benar adanya atau tidak,” katanya.
Terkait dugaan aparat melakukan fitnah dengan menuduh Suderajat menjual es gabus berbahan spons, Roby menyebut penetapan unsur pidana harus didukung bukti yang kuat. Salah satunya adalah hasil pemeriksaan klinis terkait kandungan bahan dalam es gabus yang dijual.
Saat ini, uji laboratorium masih dilakukan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta dan Laboratorium Forensik (Labfor) Polri.
“Artinya, unsur-unsurnya kami harus penuhi dulu baru ngomong memfitnah karena tadi kita tunggu pun masih belum keluar hasil dari Labfor maupun dari Dinas Kesehatan,” tutur Roby.
Baca juga: Polisi yang Tuduh Penjual Es Gabus Pakai Spons Diperiksa Propam
Pengakuan korbanSebelumnya, Suderajat, pedagang es gabus asal Depok, mengaku menjadi korban penganiayaan setelah dituduh menjual es berbahan spons saat berjualan di Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Ia mengatakan, saat itu empat hingga lima orang mendatanginya dengan dalih hendak membeli es gabus. Namun, situasi berubah setelah dagangannya dituding menggunakan bahan spons.
“(Yang datang) sekitar lima orang. Saya digampar, ditonjok semua, ditendang,” ucap Suderajat saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Selasa (27/1/2026).
Ia mengungkapkan bahu kirinya dipukul menggunakan benda menyerupai rotan. Selain itu, es gabus yang dijualnya diremas, dihancurkan, lalu dilempar ke arah wajahnya hingga menyebabkan luka gores di pipi.
“(Es gabus) diremes-remes hancur, dibejek. Nih, mata saya jadi sakit nih, ditimpuk sama dia,” ujar Suderajat.
Tak hanya itu, ia juga mengaku ditendang menggunakan sepatu boots hingga barang dagangannya terpental.



