Saham RLCO Dibidik Naik 820% Hingga Tembus Rp80.000, Kok Bisa?

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk. (RLCO) berpotensi menembus level Rp80.000 per saham. Proyeksi tersebut didasarkan pada pertumbuhan ekspor sarang burung walet, ekspansi produk konsumen, serta peluang masuknya RLCO ke dalam indeks MSCI.

“Kami menetapkan target harga (TP) di Rp80.000 per saham (+potensi kenaikan 820%), sejalan dengan posisi RLCO setelah masuk ke Indeks MSCI Large Cap,” tulis Analis Samuel Sekuritas Indonesia Jonathan Guyadi, dalam laporannya, dikutip Selasa (27/1/2026). 

Ia menilai RLCO berpeluang mencatatkan pertumbuhan pendapatan yang solid dalam beberapa tahun ke depan.

Jonathan memproyeksikan topline RLCO mencatat compound annual growth rate (CAGR) sebesar 21,5% pada periode 2024–2027. Menurutnya, kinerja tersebut ditopang permintaan ekspor sarang burung walet yang terus meningkat.

“Pertumbuhan ekspor yang kuat didorong lonjakan permintaan makanan dan minuman (food and beverage) berbasis kesehatan serta sarang burung walet,” tambahnya.

Baca Juga: Harga RLCO Naik Signifikan, Investor Diimbau Waspada

Ia menambahkan, pasar ekspor RLCO masih diuntungkan oleh dinamika industri yang kondusif di luar negeri.

Jonathan mencatat Indonesia saat ini memasok sekitar 58% kebutuhan sarang burung walet dunia. Lebih dari 85% permintaan ekspor berasal dari China dan Hong Kong, seiring meningkatnya konsumsi sarang burung walet di kalangan konsumen muda kelas menengah atas serta tren kesadaran kesehatan global. 

Sejak 2016, RLCO telah mengekspor produk sarang burung walet setengah olahan melalui tiga merek, yakni Lion Nest, Jade Nest, dan Crystal Nest. Seluruh produk diproses di tiga fasilitas produksi modern di Bojonegoro, Jawa Timur, yang dinilai mendukung skalabilitas dan pengendalian kualitas.

Selain ekspor, Jonathan menyoroti kontribusi produk konsumen terhadap pertumbuhan RLCO. Saat ini, segmen tersebut menyumbang sekitar 15,9% dari total pendapatan. “Kami memperkirakan produk barang konsumen RLCO akan tumbuh pesat ke depan,” jelas Jonathan.

Ia menilai prospek tersebut sejalan dengan pertumbuhan sektor makanan dan minuman berbasis kesehatan di Indonesia. Pasar suplemen makanan domestik tercatat bernilai US$3,24 miliar pada 2024 dan diproyeksikan meningkat menjadi US$4,72 miliar pada 2030. RLCO mengandalkan merek Realfood dan Momiku, serta diversifikasi produk ke segmen ready to drink, ready to eat, minuman bubuk, jeli, kaldu ayam, kolagen, dan produk berbasis protein alami.

Baca Juga: Saham RLCO Terbang 5.000% Sejak IPO, Investor 1 Lot Modal Rp16.800 Kini Jadi Rp870 Ribu

Jonathan mencatat pada lima bulan pertama 2025, penguatan divisi produk konsumen mendorong pertumbuhan pendapatan tahunan RLCO sebesar 48% menjadi Rp231 miliar. “Pengembangan yang lebih besar pada divisi produk konsumen RLCO telah mendorong pertumbuhan pendapatan tahunan (year-on-year/YoY),” tulisnya, seraya menambahkan bahwa kinerja tersebut turut ditopang penetrasi pasar ekspor ke Thailand pada kuartal IV 2025.

Ke depan, ekspansi pasar internasional dinilai masih berlanjut. “Perusahaan berencana masuk ke pasar Vietnam mulai 2026, sebelum memperluas jangkauan ekspornya ke Amerika Serikat dan Filipina,” tulis Jonathan.

Dari sisi pasar modal, Jonathan menilai peluang kenaikan harga saham RLCO juga didorong oleh potensi inklusi MSCI. Ia memperkirakan RLCO berpeluang melampaui estimasi laba bersih 2025 sekitar 15%. “Risiko utama terhadap rekomendasi kami adalah potensi keterlambatan inklusi MSCI yang dapat menekan pergerakan harga saham,” tulis Jonathan.

Namun demikian, ia mencatat risiko utama berasal dari potensi keterlambatan inklusi MSCI. “Key risk to our call: MSCI inclusion delays applying downward pressure on stock price movements,” tulis Jonathan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cegah banjir kiriman, DKI lakukan OMC di wilayah penyangga
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Menlu Sugiono : Iuran 1 Miliar Dolar AS untuk Dewan Keamanan bukan Membership Fee
• 5 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Paripurna DPR Tetapkan Polri di Bawah Presiden, Bukan Kementerian
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
7 Pemuda di Luwu Siramkan Air Termos ke Ibu dan 3 Balitanya, Alami Luka Bakar
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Tito Ungkap Pemulihan Layanan Listrik di Tiga Provinsi Sudah 99 Persen
• 12 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.