Cianjur (ANTARA) - Petugas gabungan Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mendata sekitar 180 siswa sejumlah sekolah diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), menjalani perawatan di puskesmas setempat, Selasa.
Camat Cikalongkulon Iyus Yusuf dihubungi di Cianjur, Selasa, mengatakan sebagian besar siswa berasal dari sejumlah sekolah dasar di Cikalongkulon, mengeluh pusing, mual, dan muntah setelah mengonsumsi menu MBG dan sebagian besar mengeluhkan hal yang sama setelah pulang ke rumah.
"Ratusan ratusan pelajar tersebut mulai mengalami gejala keracunan, seperti pusing, mual, muntah dan diare pada siang dan petang setelah sampai di rumah sehingga pihak keluarga membawa mereka ke puskesmas," katanya.
Dia menjelaskan dari 180 siswa yang diduga keracunan itu, empat orang di antaranya dirujuk ke RSUD Sayang Cianjur karena mengalami dampak cukup parah sehingga membutuhkan penanganan medis yang serius.
Baca juga: SPPG Tulungagung dihentikan setelah insiden ratusan siswa alami diare
Hingga Selasa malam, kata dia, jumlah korban bertambah dari semula 107 orang meningkat menjadi 180 orang, sehingga penanganan dilakukan di sejumlah ruangan di Puskesmas Cijagang.
"Ratusan siswa yang mengalami keracunan berasal dari enam sekolah yang menyantap MBG dari SPPG yang sama sebelum mengeluh pusing, mual, muntah, dan diare," katanya.
Selain di Puskesmas Cijagang, katanya, puluhan siswa juga mendapat pelayanan di Puskesmas Cikalongkulon karena terbatasnya ruangan untuk penanganan dengan harapan dapat segera pulih.
Terkait dengan penyebab pasti keracunan yang menimpa ratusan siswa tersebut, pihaknya bersama petugas Dinkes Cianjur dan Polsek Cikalongkulon masih melakukan penyelidikan dengan sudah membawa sampel sisa makanan dan muntahan.
"Dugaan sementara ratusan siswa mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG terdiri dari nasi, ayam, sayur sawi, dan buah semangka yang disediakan unit SPPG Sukagalih," katanya.
Baca juga: Pemkab Lombok Timur turunkan tim tangani kasus keracunan MBG
Baca juga: Puskesmas Kadupandak catat 28 siswa keracunan mendapat perawatan
Camat Cikalongkulon Iyus Yusuf dihubungi di Cianjur, Selasa, mengatakan sebagian besar siswa berasal dari sejumlah sekolah dasar di Cikalongkulon, mengeluh pusing, mual, dan muntah setelah mengonsumsi menu MBG dan sebagian besar mengeluhkan hal yang sama setelah pulang ke rumah.
"Ratusan ratusan pelajar tersebut mulai mengalami gejala keracunan, seperti pusing, mual, muntah dan diare pada siang dan petang setelah sampai di rumah sehingga pihak keluarga membawa mereka ke puskesmas," katanya.
Dia menjelaskan dari 180 siswa yang diduga keracunan itu, empat orang di antaranya dirujuk ke RSUD Sayang Cianjur karena mengalami dampak cukup parah sehingga membutuhkan penanganan medis yang serius.
Baca juga: SPPG Tulungagung dihentikan setelah insiden ratusan siswa alami diare
Hingga Selasa malam, kata dia, jumlah korban bertambah dari semula 107 orang meningkat menjadi 180 orang, sehingga penanganan dilakukan di sejumlah ruangan di Puskesmas Cijagang.
"Ratusan siswa yang mengalami keracunan berasal dari enam sekolah yang menyantap MBG dari SPPG yang sama sebelum mengeluh pusing, mual, muntah, dan diare," katanya.
Selain di Puskesmas Cijagang, katanya, puluhan siswa juga mendapat pelayanan di Puskesmas Cikalongkulon karena terbatasnya ruangan untuk penanganan dengan harapan dapat segera pulih.
Terkait dengan penyebab pasti keracunan yang menimpa ratusan siswa tersebut, pihaknya bersama petugas Dinkes Cianjur dan Polsek Cikalongkulon masih melakukan penyelidikan dengan sudah membawa sampel sisa makanan dan muntahan.
"Dugaan sementara ratusan siswa mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG terdiri dari nasi, ayam, sayur sawi, dan buah semangka yang disediakan unit SPPG Sukagalih," katanya.
Baca juga: Pemkab Lombok Timur turunkan tim tangani kasus keracunan MBG
Baca juga: Puskesmas Kadupandak catat 28 siswa keracunan mendapat perawatan




