Gubernur BI atau Bank Indonesia, Perry Warjiyo, optimistis nilai tukar rupiah terhadap dolar AS akan terus menguat. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah pada Selasa (27/1) pukul 16.00 WIB menguat 14,00 poin atau 0,08 persen di Rp 16.768 terhadap dolar AS.
“Pada tanggal 26 Januari 2026, rupiah dihitung menguat menjadi Rp 16.770 per dolar AS. Kami memperkirakan rupiah akan jenis menguat,” kata Perry dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Kantor Kemenkeu, Jakarta Pusat, Selasa (27/1).
Selain penguatan rupiah, Perry memperkirakan inflasi akan rendah dan pada akhirnya berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi.
“Inflasi akan rendah, pertumbuhan ekonomi akan membaik, imbal hasil investasi yang menarik dan bagaimana komitmen BI menstabilkan rupiah dan mengarahkan rupiah ke arah yang lebih kuat,” jelas Perry.
Ekonomi RI Diproyeksi Tumbuh 5,4 Persen pada 2026Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sentuh 5,4 persen pada 2026. Ia menilai posisi tersebut ditopang oleh permintaan domestik.
“Pada tahun 2026, pertumbuhan ekonomi diperkirakan meningkat menjadi 5,4 persen,” kata Purbaya.
Purbaya memastikan pemerintah dan lembaga yang tergabung dalam KSSK yaitu Kementerian Keuangan (Kemenkeu), BI, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus bersinergi dalam mendorong kinerja ekonomi nasional.
Purbaya juga menyebut pemerintah akan terus memperkuat investasi, salah satunya dengan peran Danantara Indonesia.



