Santri dan Kader Ansor di Semarang Gelar Istigasah untuk Gus Yaqut

rctiplus.com
4 jam lalu
Cover Berita

SEMARANG, iNews.id – Ratusan santri bersama kader Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Banser berhimpun dalam majelis doa bersama dan istigasah di Pondok Pesantren Edi Mancoro, Gedangan, Kabupaten Semarang. Upaya itu sebagai bentuk dukungan moril dan spiritual bagi Gus Yaqut Cholil Qoumas, eks Menteri Agama yang kini menghadapi kasus hukum.

Acara ini digelar khusus sebagai ikhtiar batiniah untuk memohon keselamatan, ketabahan, serta kekuatan bagi Gus Yaqut dalam menghadapi ujian yang tengah dijalaninya.

Rangkaian mujahadah dan istighosah dipimpin langsung oleh Pengasuh Ponpes Edi Mancoro, Gus Hanif (Muhamad Hanif). Lantunan dzikir dan sholawat yang menggema di dalam aula menciptakan suasana khidmat sekaligus menunjukkan soliditas antara kaum pesantren dan aktivis organisasi.

Gus Hanif menegaskan bahwa doa ini merupakan refleksi kecintaan warga Nahdliyin terhadap sosok yang dianggap sebagai pejuang organisasi.

"Ini adalah manifestasi ushuliyyah (keterikatan) kita. Gus Yaqut adalah bagian dari kita, pejuang dari kalangan kita. Mendoakan dan mendukung beliau adalah kewajiban sekaligus bentuk tanggung jawab kita sebagai keluarga besar," kata Gus Hanif, Selasa (27/1/2026).

Selain doa bersama, acara juga diisi dengan mauidhah hasanah yang disampaikan oleh Kyai muda kharismatik asal Boyolali, Gus Aun (KH Muhammad Aunullah A'la Habib). Pengasuh Ponpes Al Huda tersebut memberikan motivasi spiritual agar para santri dan kader tetap teguh serta tidak goyah dalam berorganisasi di tengah berbagai dinamika.

Kehadiran kader Ansor dan Banser dalam acara ini mempertegas komitmen mereka untuk tetap solid mendampingi tokoh-tokoh NU. 

"Doa adalah senjata utama. Malam ini kami menyatukan energi positif untuk Gus Yaqut. Kami ingin beliau tahu bahwa beliau tidak sendiri," ujar salah satu perwakilan kader Ansor.

Majelis ditutup dengan pembacaan surat Al-Fatihah yang dikhususkan untuk Gus Yaqut dan keluarga. Kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol dukungan bagi seorang tokoh, tetapi juga berhasil memperkuat simpul ukhuwah antara dunia pesantren dan gerakan pemuda di wilayah Kabupaten Semarang.

Original Article


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pramono: Enggak Mungkin Jakarta Bebas Banjir!
• 12 jam laluokezone.com
thumb
Harga Komoditas: Timah Anjlok 4 Persen, CPO Naik 1,2 Persen
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Peringatan Dini BMKG Jabodetabek 28-31 Januari 2026: Ini Daerah-Daerah Waspada Hujan Lebat
• 10 jam lalukompas.tv
thumb
Mendagri Fokuskan Pengendalian Komoditas Pangan untuk Jaga Inflasi
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Satgas PKH Bidik Pidana 28 Korporasi Penyebab Banjir Sumatra
• 7 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.