FAJAR, TANA TORAJA- Dalam kegiatan Ma’ Kombongan (Musyawarah Bersama), masyarakat Kecamatan Bittuang, Tana Toraja, resmi memutuskan menolak rencana Tambang Geothermal diwilayah tersebut, Selasa 27 Januari 2026.
Dalam kegiatan ini, melibatkan tokoh adat, tokoh agama, pemuda, serta perwakilan perempuan dari 4 desa (lembang) yakni Lembang Se’seng, Pali, Balla dan Bittuang.
Tak hanya masyarakat tersebut, mahasiswa, pemuda juga ikut terlibat dalam hal tersebut.
Nama aliansi mereka ialah, Aliansi Masyarakat Toraja Menolak Geothermal.
Ada beberapa alasan masyarakat melakukan penolakan. Antara lain;
Pertama; risiko pencemaran udara
Kedua; mererusakan struktur tanah, hingga ancaman terhadap kawasan hutan.
Ketiga; lahan produktif yang menjadi sumber penghidupan warga dapat terancam.
Keempat; hilangnya sumber mata Air dan pencemaran air.
Kelima; kekhawatiran terhadap hilangnya nilai-nilai adat dan budaya Toraja turut menjadi alasan kuat penolakan.
Bahkan hingga kini masyarakat belum menerima penjelasan lanjut mengenai hal tersebut.
Dari tahap awal, proyek tersebut terkesan tak melibatkan semua masyarakat dan pemangku kepentingan.
Bahkan masyarakat menganggap bahwa Dinas Lingkungan Hidup Tana Toraja memberi lampu hijau untuk pengusaha masuk.
Emilia (29), salah seorang warga yang ikut dalam Ma Kombongan tersebut, menyampaikan jika masyarakat bukan anti pembangunan. Akam tetapi jika merusak alam, tentu dirinya dan warga lain pasti menolak
Diberitakan sebelumnya, penggunaan lahan pembangunan geothermal yang hanya menggunakan kurang lebih 10 Ha, namun dalam dokumen penawaran ulang Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (WPSPE) oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, luas wilayah yang ditawarkan adalah 12.979 ha.
Artinya pemerintah akan membebaskan lahan 12.979 ha kepada pengembang untuk melakukan apapun terhadap tanah masyarakat.
Ketidakterbukaan mengenai batas wilayah 12.979 hektar tersebut serta tidak adanya peta resmi yang dibuka ke publik bahkan tidak ada penjelasan kampung-kampung yang masuk ke dalam area eksplorasi. (edy)



