TNI AD Beri Penjelasan Terkait Personel Babinsa di Kasus Pedagang Es Gabus

kumparan.com
18 jam lalu
Cover Berita

TNI Angkatan Darat (TNI AD) buka suara terkait video viral yang menarasikan penjual es diduga menggunakan bahan spons di wilayah Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Penjual es tersebut sempat diamankan oleh personel Babhinkantibmas dan Babinsa.

“Menanggapi rekaman video yang beredar luas di media sosial mengenai peristiwa penjual es diduga menggunakan bahan Spon yang diamankan oleh anggota polri dan anggota TNI di wilayah Utan Panjang, RT 010/RW 05 Kecamatan Kemayoran Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu, kami perlu menyampaikan fakta-fakta lapangan agar informasi yang diterima masyarakat tetap jernih dan berimbang,” kata Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono kepada wartawan, Selasa (27/1).

Ia menjelaskan, hasil pemeriksaan laboratorium forensik dari kepolisian, dipastikan produk yang dijual bukan berbahan berbahaya.

“Setelah dilakukan uji laboratorium forensik, Polri menyatakan es hunkue tersebut adalah asli berbahan makanan dan aman untuk di konsumsi,” ujarnya.

Terkait video yang terlanjur beredar, pesonel Babinsa tersebut telah memberikan penjelasan langsung di Polsek Kemayoran.

“Dengan adanya informasi yang valid tersebut, anggota TNI selaku Babinsa Kelurahan Utan Panjang dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa memberikan klarifikasi terkait video tersebut, di Aula Mako Polsek Kemayoran pada Senin (26/1) malam," ujarnya.

Menurut Donny, insiden tersebut terjadi karena adanya kesalahpahaman di lapangan antara aparat dan warga.

“Berdasarkan verifikasi di lokasi kejadian, peristiwa tersebut merupakan Kesalahpahaman antara Aparat keamanan, dalam hal ini Babinsa dan Bhabinkamtibmas dengan warga,” ujarnya.

Saat ini, pendekatan persuasif juga telah dilakukan kepada pedagang yang bersangkutan.

“Adapun langkah-langkah yang telah diambil yaitu berusaha menemui pedagang es atas nama Bapak Suderajat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan dan melalui jalur dialog yang sejuk,” tuturnya

TNI berharap persoalan ini tidak berlanjut menjadi konflik.

“Diharapkan tidak ada tuntutan atau konflik berkepanjangan yang timbul setelah pertemuan tersebut,” tutupnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pencarian Korban Longsor Cisarua Dihentikan Sementara, Dilanjutkan Besok
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Penjualan SUV Suzuki Naik, Siap Antisipasi Cuaca Ekstrim
• 4 jam lalumedcom.id
thumb
Pejabat Kemendikbud Bagi-bagi Ribuan Dollar AS dari Vendor Chromebook
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Ngeri Ribut dengan China, Jepang Minta Nelayan Hindari Pulau
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Gubernur Sulsel Serahkan Santunan bagi Korban Kecelakaan ATR 42-500 Asal Luwu Timur
• 23 jam laluterkini.id
Berhasil disimpan.