Liputan6.com, Jakarta - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, Hasudungan Sidabalok angkat bicara soal melonjaknya harga sapi di pasar eceran yang mencapai Rp 150.000 perkilogram.
"Hal ini dipicu oleh tingginya harga sapi hidup di tingkat produsen yang melampaui kesepakatan Bapanas (Badan Pangan Nasional)," kata dia, Selasa (27/1/2026).
Advertisement
Hasudungan mengatakan, guna meredam gejolak kenaikan harga, Pemprov DKI Jakarta telah mengerahkan sejumlah langkah intervensi strategis. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran BUMD pangan, Perumda Dharma Jaya, untuk membanjiri pasar dengan pasokan sapi yang lebih terjangkau.
Menurut dia, ada empat langkah yang sedang dijalankan Pemprov DKI, diantaranya jaminan operasional dengan memastikan seluruh Rumah Potong Hewan (RPH) tetap beroperasi normal tanpa ada tambahan biaya pemeriksaan yang bisa membebani harga jual.
Kedua, melakukan intervensi harga, di mana Perumda Dharma Jaya telah menyalurkan sapi dengan harga Rp54.000/kg berat hidup untuk menekan margin harga pasar.
Ketiga, menyediakan daging sapi khusus seharga Rp35.000/kg yang ditargetkan untuk 1 juta masyarakat penerima subsidi pangan di Jakarta.
"Keempat, menggelar gerakan Pasar Murah. Di sini harga dapat mengakses daging sapi dengan rentang harga Rp109.000 hingga Rp139.000/kg melalui titik-titik pasar murah yang dikelola BUMD," ungkap Hasudungan.


