Jakarta, VIVA – Julia Prastini atau Jule akhirnya muncul ke hadapan publik dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada mantan suaminya, Na Daehoon. Dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial, Jule berbicara dengan nada emosional tentang perpisahan mereka yang selama ini menjadi sorotan publik.
Ia secara jujur mengakui kesalahan yang telah ia lakukan dan menegaskan bahwa Daehoon adalah sosok pria yang baik, terutama sebagai ayah bagi anak-anak mereka. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
- Instagram @juliaprt7
Dalam pernyataannya, Jule tidak berusaha menyalahkan keadaan maupun pihak lain. Ia justru memilih untuk merendah dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada mantan suaminya.
“Iya mungkin buat mantan suami aku juga aku minta maaf sama apa yang aku lakuin buat kamu. Kamu laki-laki yang baik banget, selama kita menikah tuh dia baik banget lah apalagi ke anak-anak super baik banget,” ucap Jule yang dikutip dari Instagram @bundsteutic pada Selasa, 27 Januari 2026.
Pengakuan tersebut menjadi perhatian publik karena Jule secara terbuka memuji sikap Na Daehoon selama pernikahan mereka. Ia juga menegaskan bahwa perpisahan yang terjadi tidak lepas dari kesalahan dirinya sendiri, meskipun ada banyak faktor lain yang menyertai.
“Cuma mungkin ya karena kesalahan aku dan beberapa hal lainnya lah gitu jadinya kita harus pisah,” lanjutnya.
Setelah menyampaikan permintaan maaf kepada Na Daehoon, Jule kemudian mengarahkan pesannya kepada ketiga anaknya. Ia menegaskan bahwa kasih sayangnya sebagai seorang ibu tidak pernah berkurang, meski hubungannya dengan sang ayah telah berakhir.
“Maafin mama, mama bukan nggak sayang kalian mama sayang banget sama kalian. Aku nggak pernah ninggalin kalian, aku selalu ada buat kalian terus tumbuh jadi anak yang baik, jadi anak yang soleh soleha terus sopan sama orang lain terus juga harus percaya diri,” ujar Jule.
Kemunculan Jule ke publik dengan pernyataan terbuka ini memicu beragam reaksi dari warganet. Tidak sedikit yang mempertanyakan keputusannya untuk kembali tampil di ruang publik, sementara sebagian lainnya menilai langkah tersebut sebagai bentuk keberanian untuk mengakui kesalahan.



