MERAHPUTIH.COM - INDONESIA telah menerima tiga unit pesawat jet tempur Rafale di Landasan Udara (lanud) Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Riau. Kedatangan pesawat tempur ini merupakan tindak lanjut penandatanganan kontrak pembelian 42 unit Rafale pada 2022 silam.
Rafale merupakan jet yang dikembangkan Prancis sebagai pesawat multirole untuk kekuatan tempur udara. Manufaktur Rafale ditujukan untuk menggantikan tipe Mirage dan Jaguar yang menua pada era akhir Perang Dingin.
Rafale pertama kali masuk dinas Angkatan Laut Prancis pada 2004 dan Angkatan Udara Prancis pada 2006. Pesawat ini dirancang sebagai pesawat multimisi yang bisa mengubah peran serangan maupun pengintaian dalam satu penerbangan.
Kedatangan ini menandai tahapan awal pengoperasian jet tempur generasi 4,5 tersebut di Tanah Air.
Baca juga:
Menilik Jet Tempur Misi Rafale 2024 di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma Jakarta
Kelebihan Pesawat Tempur Rafale
Rafale merupakan pesawat tempur multirole produksi Dassault Aviation yang mampu menjalankan berbagai misi, mulai dari penguasaan udara, serangan darat, pengintaian, hingga operasi maritim.
Pesawat ini memiliki kecepatan maksimum sekitar Mach 1,8 dan dilengkapi kemampuan pengisian bahan bakar di udara untuk memperluas jangkauan operasi.
Dari sisi teknologi, Rafale dibekali radar AESA, avionik terintegrasi, serta sistem peperangan elektronik SPECTRA yang berfungsi mendeteksi, mengganggu, dan menangkal ancaman musuh. Untuk persenjataan, pesawat ini mampu membawa berbagai rudal udara-ke-udara, bom berpemandu presisi, serta senjata jarak jauh berakurasi tinggi.
Dengan fitur tersebut, harga per unit Rafale diperkirakan mencapai USD 115 juta atau sekitar Rp 1,63 triliun.
Keunggulan Rafale berada di fungsi integrasi sensor, peperangan elektronik kuat, dan kemampuan adaptasi segala cuaca. Desainnya membuat pesawat jet ini lincah sekaligus stabil pada berbagai manuver terbang.
Tiga pesawat Rafale yang tiba ini direncanakan akan memperkuat satuan tempur TNI-AU yang telah ditetapkan, seiring dengan proses pembentukan dan kesiapan skuadron pengguna.
Penempatan tersebut dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kesiapan infrastruktur, personel, serta sistem pendukung lainnya.
Kementerian Pertahanan menyatakan kehadiran Rafale menjadi bagian dari program modernisasi alutsista, sekaligus upaya meningkatkan daya tangkal dan kemampuan pertahanan udara nasional di tengah perkembangan situasi keamanan regional.(knu)
Baca juga:
Mengenal Pesawat Tempur Rafale, Calon Alutsista TNI yang Kebal Gangguan Radar
Foto : Pesawat tempur Rafale/Dassault Aviation





