Suderajat Diizinkan Kembali Berjualan Es Gabus, Polisi Harap Tak Trauma

kompas.com
21 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Pedagang es gabus asal Depok, Suderajat (49), yang sempat dituduh menjual es gabus berbahan spons di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, dipastikan diizinkan kembali berjualan setelah menjalani pemeriksaan aparat kepolisian.

Kanitreskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, izin tersebut telah disampaikan langsung kepada Suderajat setelah yang bersangkutan dipulangkan usai pemeriksaan.

“Boleh, boleh. Dari kita pulangkan kemarin pun kita sudah sampaikan boleh,” kata Roby kepada Kompas.com di Mapolres Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

Baca juga: Dispenad Buka Suara soal Video Viral Anggotanya Interogasi Pedagang Es Gabus

Roby berharap penanganan kasus dugaan es gabus berbahan spons tersebut tidak meninggalkan dampak psikologis bagi Suderajat.

“Mudah-mudahan dari apa yang terjadi kemarin tidak membuat beliau menjadi trauma atau apa,” tuturnya.

Ia juga berharap peristiwa ini dapat menjadi bahan edukasi bersama terkait kewaspadaan terhadap produk makanan yang beredar di masyarakat.

“Mudah-mudahan juga memberikan edukasi kepada kita semua terkait produk-produk yang mungkin saja beredar di masyarakat,” lanjut Roby.

Roby mengimbau masyarakat untuk tetap melaporkan apabila menemukan produk yang dianggap mencurigakan. Namun, ia menegaskan pentingnya kehati-hatian aparat dalam menangani laporan tersebut.

Menurut Roby, kejadian ini menjadi pelajaran bagi aparat di lapangan agar tidak terburu-buru menyimpulkan suatu temuan sebelum ada hasil penelusuran atau pemeriksaan klinis yang jelas, serta tidak menyebarkan informasi secara prematur melalui media sosial.

Sementara itu, meski telah mendapat izin berjualan kembali, Suderajat mengaku masih diliputi rasa takut terkait keselamatan dirinya saat kembali berdagang di luar rumah.

Baca juga: Curhat Pedagang Es Gabus Usai Diberi Modal Polisi: Masih Mau Jualan, tapi Takut Digebuk

“Saya sih mau dagang es kue lagi, takutnya saya dua kali, empat kali, takut digebuk pakai kayu atau apa itu. Entar saya mati konyol,” kata Suderajat saat ditemui wartawan di kediamannya di Bojonggede, Kabupaten Bogor, Selasa (27/1/2026) sore.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Selain faktor keamanan, ia juga mengkhawatirkan stigma negatif yang terlanjur melekat di masyarakat, terutama di kalangan anak-anak, yang dikhawatirkan akan mengaitkan dagangannya dengan isu makanan berbahaya.

“Takutnya diincar, takut dibilang es racun gitu. Takutnya, kan bocah-bocah begitu,” ungkapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kumpulan Fakta Setelah Timnas Futsal Indonesia Pesta Gol ke Gawang Korea Selatan di Piala Asia Futsal 2026
• 19 jam lalubola.com
thumb
Jadwal Lengkap Pekan ke-19 Super League 2025/26
• 9 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Proyek Pipa Gas Bumi Penghubung Jabar-Jatim Masuk Tahap Akhir!
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Istana soal Kenaikan Gaji Hakim Ad Hoc: Sudah Dihitung, Tinggal Diteken Presiden
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
BNN: Whip Pink Bahaya Bagi Manusia, Bikin Ketawa Tapi Langsung Mengantar Nyawa!
• 23 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.