Polisi Periksa Saksi Kasus Dugaan Pemalsuan Jenazah di TPU Tegal Alur

kompas.com
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Polres Metro Jakarta Barat membenarkan adanya laporan polisi terkait dugaan pemalsuan jenazah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Sipayung mengatakan, kasus tersebut merupakan pelimpahan dari Polda Metro Jaya.

“Benar, ada pelimpahan kasus dari Polda Metro Jaya ke Polres Metro Jakarta Barat tentang kasus tersebut (dugaan pemalsuan jenazah),” kata Arfan saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (27/1/2026).

Arfan menyebut pihaknya akan terus mendalami laporan dugaan pemalsuan jasad seorang pria bernama Rudy Watak dengan melakukan pemeriksaan menyeluruh.

Baca juga: Warga Tangerang Laporkan Dugaan Pemalsuan Jenazah soal Ayahnya yang Hilang

Saat ini, polisi masih menjalani proses pemeriksaan terhadap para saksi terkait.

“Saat ini prosesnya sedang pemeriksaan terhadap saksi-saksi,” ucap Arfan.

Ia memastikan penyelidikan akan dilakukan secara komprehensif guna mendapatkan kejelasan atas laporan dugaan pemalsuan jenazah yang disebut-sebut melibatkan instansi pemerintahan.

Namun, ketika ditanya mengenai pihak-pihak yang telah atau akan diperiksa sebagai saksi, Arfan enggan memberikan keterangan lebih lanjut.

Baca juga: TPU Kebon Nanas Kembali Dibuka, Pemkot Jaktim Siapkan 1.000 Petak Makam Baru

Sementara itu, Imelda (51), anak dari Rudy Watak, menyebut pemeriksaan saksi yang diajukan dalam kasus ini melibatkan pengelola TPU, Dinas Sosial DKI Jakarta, serta pengurus Panti Sosial Insan Bangun Daya 2.

“Setahu saya yang terdekat itu akan ada pemeriksaan pengelola TPU Tegal Alur di Polres Jakarta Barat,” kata Imelda.

Kompas.com telah mencoba menghubungi pihak TPU Tegal Alur dan Dinas Sosial DKI Jakarta untuk meminta tanggapan, namun belum mendapat respons hingga berita ini diturunkan.

Baca juga: Puing Bangunan TPU Kebon Nanas Ditimbun untuk Ratakan Tanah dan Cegah Banjir

Dugaan Pemalsuan Jenazah

Sebelumnya diberitakan, dugaan pemalsuan jenazah mencuat setelah Imelda melaporkan adanya ketidaksesuaian DNA antara jasad yang dimakamkan di TPU Tegal Alur dengan ayahnya yang hilang dan dinyatakan meninggal dunia oleh sebuah panti sosial di Cipayung, Jakarta Timur.

“Saat saya mencari ayah saya, Rudi Watak, yang hilang selama dua tahun, ternyata mendapati ada surat kematian ayah saya dari panti dan dimakamkan di TPU Tegal Alur Mei 2022,” kata Imelda saat ditemui Kompas.com di Polres Metro Jakarta Barat, Minggu (25/1/2026).

Imelda mengaku sempat mempercayai bahwa jasad yang dimakamkan di TPU Tegal Alur adalah ayahnya, setelah menerima tujuh dokumen kematian resmi yang dikeluarkan oleh panti sosial milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut.

“Pada saat saya mendapat info bahwa sudah dimakamkan di TPU Tegal Alur, saya konfirmasi ke TPU Tegal Alur. Saya sempat nangis-nangis di kubur itu. Ada kali seminggu saya nangis-nangis,” ucap Imelda.

Baca juga: 9 Keluarga Masih Tinggal di TPU Kebon Nanas, Kena SP 3

Namun, ia kemudian merasa ada kejanggalan pada dokumen-dokumen tersebut dan memutuskan untuk melakukan pembongkaran makam guna memastikan identitas jasad yang dimakamkan.

Pembongkaran makam dilakukan pada 9 Oktober 2025 oleh tim dokter forensik Rumah Sakit Polri Kramat Jati, disertai tes DNA oleh Labdokkes Cipinang.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

“Ternyata hasil dari tes DNA dan identifikasi kerangka tulang itu menunjukkan bahwa DNA saya tidak identik dengan kerangka tulang tersebut,” ujar Imelda.

“Waktu itu ada pembanding adik kandung dari Papa saya. Jadi saya dan adik kandung Papa saya itu tidak identik DNA kami dengan DNA si kerangka tulang ini,” tutur Imelda.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
DPR RI Setujui Adies Kadir Menjadi Hakim Konstitusi Mahkamah Konstitusi
• 11 jam lalupantau.com
thumb
Satpam Ditemukan Tewas di Kontrakan Kalideres, Kondisi Tubuh Membiru
• 15 jam lalusuara.com
thumb
Harga Emas Antam Turun Rp 1.000, Jadi Rp 2.916.000 per Gram
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Sempat di-banned FIFA! Pemain Keturunan Eropa Ini Mengaku Ingin Bela Timnas Indonesia, Dipanggil John Herdman untuk FIFA Series dan Piala AFF?
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Cegah Pelanggaran Merek, Tokopedia dan TikTok Shop Tingkatkan Literasi HKI Penjual
• 5 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.