Bisnis.com, JAKARTA – Deretan tokoh mulai dari politikus, bupati, artis, hingga direksi BUMN mendapatkan gelar dari Pemimpin Praja Mangkunegaran KGPAA Mangkunagoro pada Selasa (27/1/2026).
Gelar kepangkatan atau kekancingan diberikan kepada 18 tokoh dalam acara Tinggalan Jumenengan Kaping 4 KGPAA Mangkunagoro X yang berlangsung di Pura Mangkunegaran, Solo, Selasa (27/1/2026).
Dilansir dari Antara, anugerah gelar Kanjeng Pangeran (KP) diberikan kepada 18 tokoh, di antaranya Wakil Ketua MPR RI Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, Bupati Blora Arif Rahman, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno.
Untuk diketahui, Tingalan Jumenengan Dalem merupakan peringatan hari kenaikan takhta Sampeyan Dalem Ingkang Jumeneng (SIJ) Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X yang pada hari ini tepat memasuki tahun ke-4.
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mendukung pelestarian budaya di Kota Surakarta, Jawa Tengah, Selasa, dengan menghadiri Tingalan Jumenengan Dalem Ke-4 KGPAA Mangkunegara X di Pura Mangkunegaran, Keprabon, Surakarta.
Wapres menjelaskan Tingalan Jumenengan Dalem merupakan tradisi yang mencerminkan upaya pelestarian budaya yang mampu adaptif, terbuka, serta mampu menjembatani nilai-nilai tradisi dengan dinamika masyarakat modern.
Baca Juga
- Dirut Pertamina Simon Aloysius Apresiasi Keberhasilan Eksplorasi Sumur Sidayu 5
- Bambang Pacul Sindir Fadli Zon Soal Tragedi Pemerkosaan 98: Jangan Sok Benar Sendiri
- Gibran Akhirnya Diskusi Bareng Mahasiswa, Sebut IKN Tak Mangkrak
Di lokasi prosesi upacara adat, Wapres Gibran, yang mengenakan pakaian adat lengkap, hadir bersama istrinya, Selvi Ananda. Kehadiran Gibran pun disambut oleh Ketua Panitia Tingalan Jumenengan G. R. Aj. Ancillasura Marina, KRMT Nugroho Hari Sasongko, dan Wali Kota Surakarta Respati Ardi.
Prosesi upacara adat di Pura Mangkunegaran diawali dengan kirab prajurit (royal defile), kemudian pertunjukan tari sakral Bedhaya Anglir Mendhung yang diiringi musik gamelan. Kemudian, ada juga persembahan artistik dari seniman dan akademisi seni R. Ngt. T. Dr. Peni Candra Rini.
Mangkunegara X, yang juga populer dengan nama Gusti Bhre, dalam titahnya (sabda dalem) menyampaikan refleksi mengenai Pura Mangkunegaran yang diharapkan punya makna sosial bagi masyarakat.
“Semoga Mangkunegaran bukan hanya sekadar wadah fisik bangunan dan tembok, namun menjadi tempat kita bisa merasakan apa arti rumah itu sesungguhnya,” kata Mangkunegara X.
Dalam titahnya itu, Mangkunegara X juga menyampaikan wejangan mengenai makna kebahagiaan.
“Kita percaya kebahagiaan bukan sesuatu yang dikejar dengan tergesa, melainkan dijalani sebagai suatu laku. (Kebahagiaan, red.) tidak lahir dari pencapaian semata, tetapi dari cara manusia menata batin, bersikap jernih memaknai perjalanan hidupnya dari hari ke hari,” ujar Mangkunegara X.



