Bisnis.com, JAKARTA- KBRI Beijing mendorong kolaborasi kerja sama industri kreatif Indonesia-Tiongkok termasuk untuk memanfaatkan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun mengatakan pesatnya perkembangan teknologi dan AI membuka peluang kerja sama industri kreatif dan budaya Indonesia-Tiongkok.
“Pemanfaatan teknologi untuk promosi budaya dengan tepat akan dapat berdampak luas, bukan hanya dapat memperkaya budaya itu sendiri, tapi juga memperkuat koneksi antara masyarakat, lintas generasi dan lintas bangsa,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (27/1/2026).
Dubes Djauhari mengatakan hal itu pada ajang AI Chinese New Year yang diselenggarakan oleh State Administration of Radio, Film, and Television (NRTA) yang didukung oleh salah satu perusahaan telekomunikasi besar Tiongkok dan dihadiri pula oleh perwakilan Kementerian Kebudayaan Tiongkok, Peking National Opera, perusahaan teknologi, industri kreatif dan media.
Dubes Djauhari melanjutkan simbol-simbol budaya dan hikayat telah banyak yang menjelma dalam musik, animasi, film dan kreasi budaya kreatif lainnya. Kekayaan budaya Indonesia menjadi sumber ide inovatif yang turut mendorong pesatnya industri kreatif di Indonesia, baik film, musik dan animasi.
Dia memperkirakan kontribusi industri kreatif Indonesia terhadap PDB akan mencapai 8% pada 2030 dan menyerap lebih dari 30 juta tenaga kerja. Di sisi lain, Tiongkok memiliki kapasitas dalam pengembangan berbagai teknologi maju termasuk AI.
“Kolaborasi positif dan produktif antara besarnya potensi budaya dan industri kreatif Indonesia, talenta muda Indonesia dan teknologi canggih Tiongkok, akan semakin memperluas peluang-peluang konkret di bidang film, animasi, musik dan juga drama pendek ke depan,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Dubes Djauhari juga menyaksikan penandatanganan kerja sama antara Imperial Pictures Indonesia dengan Migu, perusahaan digital di bawah salah satu perusahaan telekomunikasi besar Tiongkok, untuk penguatan kerja sama budaya, industri kreatif dan digital content, termasuk dengan memanfaatkan teknologi AI.
“Karena ketika teknologi menghasilkan koneksi kolaborasi yang saling menguntungkan, di situ kita benar-benar merasakan manfaat teknologi.” imbuhnya.




