Penulis: Fityan
TVRINews-Aceh Timur
Aktivitas Ekonomi Kembali Normal Setelah Jalur Transportasi Terdampak Bencana Berhasil Tersambung.
Konektivitas wilayah di pelosok Aceh yang sempat terputus akibat bencana alam kini mulai pulih. Sebanyak 11 jembatan armco (pipa baja bergelombang) telah rampung dibangun dan mulai dioperasikan, memungkinkan kendaraan logistik hingga transportasi warga kembali melintas di jalur-jalur krusial.
Pembangunan infrastruktur perintis ini menjadi titik balik bagi desa-desa di Aceh Timur, Aceh Tamiang, Bireuen, hingga Bener Meriah yang sempat terisolasi pasca banjir dan tanah longsor pada November 2025 lalu.
Berdasarkan pantauan di lapangan , sejumlah titik yang sebelumnya lumpuh kini mulai menunjukkan aktivitas ekonomi yang hidup.
Pemulihan Akses Strategis
Di Desa Peunaron Lama, Aceh Timur, mobilitas kendaraan roda empat hingga truk bermuatan besar dilaporkan sudah kembali normal.
Jembatan di wilayah ini diperkuat dengan kombinasi penahan balok kayu untuk menyesuaikan bentang jalan, menciptakan jalur ganda yang cukup luas untuk lalu lintas dua arah.
"Aktivitas warga mulai terlihat dinamis. Kendaraan sudah hilir mudik melewati struktur yang kini jauh lebih kokoh," sebagaimana dilaporkan dalam pantauan lapangan pada Selasa 27 Januari 2026.
Meski mayoritas jembatan sudah dapat dilalui, personel TNI Angkatan Darat bersama masyarakat setempat masih terlihat melakukan sejumlah penyempurnaan di beberapa titik guna menjamin keamanan jangka panjang.
Progres Pembangunan di Berbagai Titik
Secara teknis, tingkat penyelesaian di 11 lokasi tersebut bervariasi dari tahap akhir hingga penguatan struktur:
- Aceh Timur & Tamiang: Di Desa Buket Kuta dan Desa Alue Buloh, petugas fokus pada penguatan fondasi menggunakan semen serta penyelesaian pagar jembatan. Sementara itu, di Desa Terban, tahap pembangunan telah memasuki proses betonisasi jalan.
- Bireuen & Bener Meriah: Jalur di Desa Salah Sirong Jaya 1 kini dalam tahap pengecoran, sedangkan jembatan di Pasar Buntul dan Bahgie Bertona sudah sepenuhnya beroperasi namun tetap mendapatkan pengawasan teknis pada bagian fondasi.
- Proses Konstruksi: Di Desa Keudongdong, personel TNI terpantau masih merakit komponen pipa baja bergelombang yang menjadi ciri khas teknologi jembatan armco ini.
Penggunaan teknologi armco dipilih karena efisiensi waktu pemasangan dan ketahanannya dalam menghadapi kondisi tanah yang labil di daerah bekas bencana.
Pengerjaan yang melibatkan kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat mengamankan rantai pasok kebutuhan pokok dan mempercepat rehabilitasi ekonomi bagi warga terdampak.
Keberhasilan penyambungan kembali desa-desa terpencil ini menandai langkah penting dalam fase pemulihan infrastruktur pascabencana di Provinsi Aceh, memastikan wilayah pedalaman tidak lagi tertinggal dalam aspek aksesibilitas.
Editor: Redaktur TVRINews




