Di Salatiga Bisa Main Padel Sambil Makan Durian Segar dari Pohon

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Di Salatiga baru saja dibuka (26/1) sebuah destinasi kuliner sekaligus olahraga yang unik. Beans Durian dan Beans Padel, menggabungkan culinary dan sport tourism dalam satu kawasan dengan luas 3.600 meter persegi. Di kawasan ini pengunjung bisa menikmati durian segar dari pohonnya usai berolahraga padel.

Durian dan padel, menjadi dua fenomena yang sedang digemari masyarakat Salatiga. Beans Durian dan Beans Padel menggabungkan kedua hal tersebut yang begitu menarik minat pengunjung.

Produksi buah durian di Salatiga sendiri terkenal sebagai salah satu varietas lokal yang unggul. Durian Salatiga terkenal dengan rasa yang creamy, manisnya intens dan sedikit rasa pahit.

"Kami ingin menunjukkan bahwa durian asli Salatiga memiliki daya saing tinggi. Melalui konsep 'Beans Durian', kami mengemas kekayaan alam lokal menjadi produk gaya hidup yang sangat diminati wisatawan," ujar Muhammad Yasin selaku founder Beans Durian dan Beans Padel di Salatiga, seperti dikutip dari siaran yang kumparan terima, Selasa (27/1).

Sementara itu, dia juga mengatakan bahwa permintaan durian Salatiga kian meningkat. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa buah asal kota tersebut bernilai jual tinggi dan turut membangun perekonomian setempat.

Salah satu jenis durian yang diunggulkan di kawasan ini adalah Musang King. Durian ini dibanderol dengan harga Rp 220 ribu per kilogram.

Selain daya tarik kuliner, munculnya Beans Padel menjadi fenomena menarik di sektor olahraga. Padel, olahraga raket yang sedang naik daun secara global, kini mendapatkan tempat spesial di hati masyarakat dan wisatawan di Salatiga.

Kehadiran fasilitas Padel yang dipadukan dengan area bersantai (cafe beans) yang mana usai berolahraga, pengunjung bisa menikmati durian matang pohon yang segar. Wisatawan yang datang untuk Padel dapat mencicipi kuliner khas, termasuk produk durian lokal.

Saat ini, baru tersedia satu lapangan Padel. Namun ke depannya direncanakan akan membangun tiga lapangan tambahan. Soal harga sewa lapangan dikenakan biaya Rp 150 ribu (pagi sampai siang), dan Rp 250 ribu (sore sampai malam).

Para petani durian lokal yang berada di kawasan ini pun optimis bahwa perpaduan antara kelezatan durian asli Salatiga dan tren sport tourism melalui Padel akan terus mendongkrak angka kunjungan wisata. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para petani durian lokal dan membuka lapangan kerja baru di sektor pariwisata.

Salatiga kini bukan sekadar kota transit, melainkan destinasi akhir di mana adrenalin olahraga bertemu dengan kemewahan rasa durian autentik.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Indeks Perkembangan Harga Tiga Provinsi Terdampak Bencana Turun Signifikan
• 4 jam lalusuara.com
thumb
Dampak Iklim Kian Parah, KLHK Evaluasi Tata Ruang di Aceh, Sumut, Jabar-Bali
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Wall Street Menghijau Jelang Musim Laporan Keuangan
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Impian Terakhir Lula Lahfah Sebelum Meninggal Dunia, Kekasih Reza Arap Ngaku Ingin Lakukan Hal Ini Jika Sudah Menikah!
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Dua Bulan Pascabencana Sumatera, Bagaimana Progres Penanganannya?
• 10 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.