Kenapa Saat GERD Kambuh Napas Jadi Sesak dan Jantung Berdebar? Ini Penjelasan Medisnya!

tvonenews.com
16 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Banyak orang yang mengalami GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) sering kali merasa cemas karena gejala yang muncul menyerupai tanda penyakit jantung.

Sensasi dada terasa panas, sesak napas, hingga jantung berdebar kerap membuat penderita khawatir seolah mengalami serangan jantung.

Namun, menurut dr. Bobby Arfhan Anwar, Sp.JP (K), seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, gejala ini sebenarnya memiliki mekanisme berbeda secara medis.

Dalam wawancara eksklusif bersama tvOnenews, dr. Bobby menjelaskan bahwa nyeri dada akibat GERD sering disalahartikan sebagai gejala jantung karena letak organ yang berdekatan.

“GERD itu artinya ada reflux atau aliran balik asam lambung ke esofagus. Nah, esofagus ini berada di tengah dada. Jadi ketika asam lambung naik, seseorang akan merasakan panas dan nyeri di tengah dada, di lokasi yang sama dengan letak jantung,” jelasnya.

Karena posisi tersebut, tidak sedikit pasien yang salah mengira bahwa rasa panas atau nyeri di dada merupakan tanda serangan jantung.

Padahal, setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh, hasil jantung mereka sering kali dinyatakan sehat.

Namun, sebaliknya juga bisa terjadi. Beberapa kasus penyakit jantung koroner justru menimbulkan gejala yang mirip dengan sakit maag.

“Ada juga pasien yang merasa nyeri di ulu hati, dikira maag biasa, tapi ternyata serangan jantung. Itu karena pembuluh darah yang tersumbat berada di bagian bawah jantung yang dekat dengan ulu hati,” tambah dr. Bobby.

Lalu, mengapa saat GERD kambuh seseorang sering merasakan napas sesak dan jantung berdebar?

Menurut dr. Bobby, hal ini bukan berarti GERD menyebabkan penyakit jantung, melainkan efek sekunder dari gangguan lambung itu sendiri.

“Gangguan irama jantung pada penderita GERD bukan hal umum dan kalaupun terjadi biasanya ringan serta tidak membahayakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rasa sesak pada penderita GERD disebabkan oleh meningkatnya tekanan asam lambung yang menekan diafragma, otot pemisah antara rongga dada dan perut.

Tekanan ini membuat paru-paru sedikit terhambat saat menarik napas sehingga muncul sensasi sesak.

“Asam lambung yang terlalu tinggi bisa juga menyebabkan iritasi di tenggorokan atau bahkan sebagian masuk ke saluran napas, sehingga timbul sensasi sulit bernapas,” terang dr. Bobby.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Waspada Banjir Rob hingga 3 Februari, Warga Pesisir Jakarta Diminta Siaga
• 6 jam laludetik.com
thumb
Austria Godok Larangan Medsos Remaja dan Australia Jadi Acuan
• 1 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
PNM Dorong Pemberdayaan Program ULaMM dalam Menguatkan Pelaku UMKM
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Satgas PKH Jelaskan Alasan Danantara Terlibat Kelola Lahan 28 Perusahaan
• 20 jam lalukatadata.co.id
thumb
Komdigi Cegah Kejahatan Digital: Registrasi Biometrik hingga Nomor SIM Dibatasi
• 17 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.