Gerindra Kritik Walkot Padang Lamban Atasi Krisis Air Bersih

detik.com
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Padang, Wahyu Hidayat mengkritik kinerja Wali Kota Padang, Fadly Amran dan jajarannya yang lamban mengatasi krisis air bersih. Menurut Wahyu, krisis air bersih bukan semata persoalan teknis atau faktor bencana alam, melainkan cerminan lemahnya tata kelola pemerintahan dan lambannya kinerja birokrasi di lingkungan Pemko Padang.

"Masalah ini tidak akan berlarut-larut jika Pemko Padang benar-benar bekerja. Pemerintah pusat sudah membuka ruang bantuan sangat besar, tapi tidak dimanfaatkan secara maksimal," kata Wahyu dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (27/1/2026).

Baca juga: F-Gerindra DPRD Padang Siap Interpelasi Wali Kota Buntut Kinerja PDAM

Wakil rakyat dari Dapil Kuranji itu mengungkapkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyiapkan solusi untuk mengatasi krisis air bersih bagi masyarakat terdampak bencana melalui program pembangunan ratusan sumur bor. Namun, peluang tersebut terhambat akibat ketidakmampuan Pemko Padang dalam menyiapkan dan menyerahkan data yang dibutuhkan.

"Seperti yang ditawarkan Kepala Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (PBPK) Sumbar, Maria Doeni Isa. Pemerintah pusat siap membangun 300 sumur bor, tapi Pemko Padang hanya mampu mengajukan lima. Ini persoalan serius," tegasnya.

Wahyu menilai, hambatan utama penanganan krisis air bersih bukan pada ketersediaan anggaran maupun komitmen pemerintah pusat, melainkan pada lemahnya manajemen dan minimnya keseriusan jajaran Pemko Padang. Kondisi ini, menurutnya, menunjukkan kegagalan kepemimpinan dalam mengurus kebutuhan dasar masyarakat.

Ia juga menyoroti gaya kepemimpinan Wali Fadly yang dinilai sibuk membangun pencitraan politik dibandingkan menyelesaikan persoalan masyarakat. Wahyu meminta Fadly menghentikan narasi politik dan ambisi elektoral dan fokus menjalankan tanggung jawab sebagai kepala daerah.

"Saya minta Wali Kota Padang berhenti sibuk pencitraan dan dongeng-dongeng calon Gubernur Sumbar. Masih lama. Rakyat butuh air bersih, bukan janji. Kondisi ini bukti kegagalan pemerintah dalam mengurus kebutuhan dasar warga," ujarnya.

Fraksi Gerindra DPRD Kota Padang ini menyampaikan tengah mempertimbangkan langkah politik lanjutan berupa penggunaan hak interpelasi terhadap Wali Kota Padang. Langkah ini dipandang sebagai bentuk pengawasan serius DPRD terhadap kinerja eksekutif yang dinilai lebih banyak retorika daripada tindakan nyata.

"Yang dibutuhkan rakyat adalah solusi konkret, kerja cepat, dan keberpihakan nyata untuk mengakhiri krisis air bersih yang semakin menyengsarakan warga," imbuhnya.

Respons Walkot Padang

Dikutip Padang TV, Wali Kota Padang Fadly Amran merespons kritik terhadap penanganan air bersih. Dia mengatakan penanganan persoalan krisis air merupakan tanggung jawab bersama.

"Ini pun juga banyak pertanyaan tentang air bersih. Kan ada informasi di luar sana tolong copot ini, tolong copot itu kan begitu ya. Saya perlu menyampaikan Bapak/Ibu Semua. Tugas ini bebannya dipikul bersama-sama, itu kita yakin itu. Walaupun tidak statusnya seperti yang kita dengar di media tidak bencana nasional tapi ini perhatian nasional, TNI-Polri menjadi garda terdepan juga," kata Fadly dilihat Selasa (27/1/2025).

Baca juga: Andre Rosiade Desak Walkot Fadly Amran Copot Dirut PDAM Padang

Fadly menjelaskan 98 persen jalur distribusi air PDAM sudah aktif. Kondisi kekeringan, kata Fadly bukan hanya dialami PDAM melainkan juga sungai dan sumur masyarakat pasca bencana hidrometeorologi.

"Berbicara tetang PDAM hari ini, itu 98 persen jalur distribusi PDAM ini sudah aktif kembali. 12 indeks lebih kurang 800 meter pipa itu sudah diperbaiki. Jadi 98 persen air rumah sudah hidup, walaupun alur tekanannya seperti biasa," ujarnya.

"Karena apa, kita bisa lihat, sungai-sungai kita ini memang dilanda kekeringa. Mungkin danau-danau ataupun mata-mata air ataupun juga yang selama ini menampung air itu pun juga ikut longsor. Nah apa yang terjadi hari ini, yang terjadi hari ini kekeringan bukan hanya terjadi di PDAM, sekali lagi sudah 98 persen. Tetapi di sumur-sumur masyarakat karena irigasi dan dmpak hidrometologi dari sungai-sungai kita. Memang debit airnya tiak seperti sebelumnya," lanjutnya.

Dia menyampaikan penggunaan air PDA hanya untuk jangka pendek. Namun untuk jangka panjangnya akan dilakukan pengeboran air di sejumlah titik.

"Sehingga Alhamdulillah dari kementerian, provinsi dan juga kota akan memasang lebih kurang ratusan ya Pak ya, pompma air sementara. Karena mungkin airnya tidak sedalam apa yang sebelumnya ini tersedia harus lebih dalam lagi kita gali, nah ini yang akan kita lakukan," ucapnya.

"Kenapa PDAM, tentu solusi jangka pendeknya PDAM bisa menyuplai kepada rumah-rumah yang kekeringan itu, namun saya rasa ini tidak bisa menjadi solusi jangka menengah atau jangka panjang, tetapi perlu sumur bor ataupun pembangunan pendaman dan juga perbaikan saluran sungai irigasi kita ini supaya air bersih ini bisa kembali normal hendaknya," imbuhnya.




(dek/jbr)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Wapres Dukung Pelestarian Budaya Surakarta
• 12 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Nasdem Tunjuk Bupati Sidrap Jadi Ketua DPW Sulsel Pengganti Rusdi Masse
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Ahok Cerita Mau Lempar Botol ke Corsec Gara-gara Tak Dikabari Perombakan Direksi
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
PUBG Mobile Catat Guinness World Record di Friend Fest
• 11 jam lalumedcom.id
thumb
Harga Beras Turun seiring Bawang, Cabai, Telur, Daging Sapi hingga Minyak Goreng
• 23 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.