Pemulihan Transportasi Pascabencana, Menhub Ajukan Anggaran Rp1,47 Triliun

idxchannel.com
12 jam lalu
Cover Berita

Fokus penanganan mencakup pemulihan lalu lintas, rehabilitasi terminal, perbaikan prasarana perkeretaapian, serta peningkatan fasilitas bandar udara.

Pemulihan Transportasi Pascabencana, Menhub Ajukan Anggaran Rp1,47 Triliun. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi, mengusulkan anggaran sebesar Rp1,472 triliun untuk penanganan tanggap darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi transportasi pascabencana hingga 2028. 

Dudy menjelaskan, anggaran tersebut ditujukan untuk memulihkan sekaligus memperkuat infrastruktur perhubungan yang terdampak bencana. Fokus penanganan mencakup pemulihan lalu lintas, rehabilitasi terminal, perbaikan prasarana perkeretaapian, serta peningkatan fasilitas bandar udara.

Baca Juga:
Menhub Sebut 110 juta Orang Lakukan Perjalanan Selama Periode Nataru 2025/2026

Untuk 2026, Kementerian Perhubungan memprioritaskan penanganan pada fase awal pascabencana. Perkiraan kebutuhan anggaran pada tahun tersebut meliputi Rp60,58 miliar untuk tanggap darurat, serta Rp129,32 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi awal.

"Pendanaan tahun 2026 memanfaatkan rincian output khusus prioritas direktif Presiden, sedangkan kebutuhan tahun 2027-2028 akan diusulkan ke DIPA tahun anggaran 2027-2028," kata Dudy dalam Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga:
Persiapan Mudik Lebaran, Kemenhub Ramp Check Angkutan Laut

Berdasarkan sektor transportasi, alokasi kebutuhan anggaran terbesar berada pada Direktorat Jenderal Perkeretaapian sebesar Rp702,13 miliar dan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sebesar Rp589,15 miliar.

Baca Juga:
Menhub: Banjir di Jalur Kereta Api Harus Ditangani Komprehensif

Sementara itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat membutuhkan Rp103,64 miliar, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Rp11,76 miliar, serta BPSDM Perhubungan sebesar Rp65,79 miliar.

Adapun dari sisi wilayah terdampak, kebutuhan anggaran paling besar difokuskan pada Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, dan Provinsi Sumatera Barat.

"Dan berdasarkan sebaran wilayah terdampak, kebutuhan anggaran difokuskan pada Provinsi Aceh Rp814,80 miliar, Provinsi Sumatera Utara Rp544,89 miliar, Provinsi Sumatera Barat Rp112,78 miliar," kata dia.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
TMAX Resmi Mengaspal di Indonesia, Skutik Premium Hadir Awal Tahun 2026
• 9 jam laluharianfajar
thumb
4 Bulan Gaji Tidak Dibayar, Buruh Mengadu ke Kemenkum, Dirjen AHU Utamakan Mediasi
• 22 jam laludisway.id
thumb
Ledakan di Pabrik Kue Yunani, 5 Orang Tewas dan 7 Lainnya Terluka
• 17 jam laluidntimes.com
thumb
Harga Emas Antam Rp 2.968.000/Gram, Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Timnas Futsal Indonesia Gilas Korea 5-0 di Laga Perdana Piala Asia
• 19 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.