Gayo Lues, Aceh (ANTARA) - Situasi di Kampung Uyem Beriring, Kabupaten Gayo Lues, Aceh nampak lebih sepi dari biasanya, setelah puluhan rumah di wilayah tersebut tertimbun lumpur dan tersapu banjir pada akhir 2025.
Kendati demikian, kondisi tersebut tak mengurangi semangat anak-anak di desa tersebut untuk mempelajari ilmu agama, termasuk mengaji Al Quran.
Baca juga: 91 ribu warga Aceh masih mengungsi pascabencana banjir
Termasuk, di antaranya Fadlan, Ishar dan Arafat, siswa kelas 4 SDN Tripe Jaya yang sekolahnya kini tidak lagi bisa digunakan akibat tertimbun lumpur yang mengeras.
Berdasarkan pantauan ANTARA di salah satu rumah warga di lokasi, Selasa, lantunan ayat suci Al Quran mulai dilantunkan usai shalat maghrib sekitar pukul 19.30 WIB.
Lantunan ayat demi ayat terdengar merdu, saat seorang ustadz memberi contoh cara membaca Al Quran dengan baik dan benar.
Tak berselang lama, suara merdu tersebut diikuti suara teriakan belasan anak yang bersemangat membaca surat Al Fatihah.
Lantunan ayat suci tersebut sesekali diikuti oleh kerik serangga dari balik hutan yang mengelilingi Kampung Uyem Beriring.
Baca juga: Kemenhut identifikasi lahan relokasi untuk pemulihan Sumatera
Baca juga: Pemerintah sebut pemulihan pascabencana tunjukkan progres signifikan
Diketahui, saat ini pemerintah tengah mengupayakan pemulihan wilayah Kampung Uyem Beriring.
Komandan Peleton Konstruksi Bangunan dari Yonif TP 855 Letda CZI M. Ragil mengatakan pihaknya tengah membangun jembatan darurat yang ditargetkan rampung pekan ini untuk mempermudah mobilisasi masyarakat.
"Kemarin kami melaksanakan trauma healing di sini, trauma healing anak-anak kecil. Anak-anak kecil kami ajari segala macam begitu. Pokoknya semua kegiatan setiap hari pasti padat," kata Ragil.
Kendati demikian, kondisi tersebut tak mengurangi semangat anak-anak di desa tersebut untuk mempelajari ilmu agama, termasuk mengaji Al Quran.
Baca juga: 91 ribu warga Aceh masih mengungsi pascabencana banjir
Termasuk, di antaranya Fadlan, Ishar dan Arafat, siswa kelas 4 SDN Tripe Jaya yang sekolahnya kini tidak lagi bisa digunakan akibat tertimbun lumpur yang mengeras.
Berdasarkan pantauan ANTARA di salah satu rumah warga di lokasi, Selasa, lantunan ayat suci Al Quran mulai dilantunkan usai shalat maghrib sekitar pukul 19.30 WIB.
Lantunan ayat demi ayat terdengar merdu, saat seorang ustadz memberi contoh cara membaca Al Quran dengan baik dan benar.
Tak berselang lama, suara merdu tersebut diikuti suara teriakan belasan anak yang bersemangat membaca surat Al Fatihah.
Lantunan ayat suci tersebut sesekali diikuti oleh kerik serangga dari balik hutan yang mengelilingi Kampung Uyem Beriring.
Baca juga: Kemenhut identifikasi lahan relokasi untuk pemulihan Sumatera
Baca juga: Pemerintah sebut pemulihan pascabencana tunjukkan progres signifikan
Diketahui, saat ini pemerintah tengah mengupayakan pemulihan wilayah Kampung Uyem Beriring.
Komandan Peleton Konstruksi Bangunan dari Yonif TP 855 Letda CZI M. Ragil mengatakan pihaknya tengah membangun jembatan darurat yang ditargetkan rampung pekan ini untuk mempermudah mobilisasi masyarakat.
"Kemarin kami melaksanakan trauma healing di sini, trauma healing anak-anak kecil. Anak-anak kecil kami ajari segala macam begitu. Pokoknya semua kegiatan setiap hari pasti padat," kata Ragil.




