Wall Street Ditutup Bervariasi, SdanP 500 Cetak Rekor Berkat Saham Big Tech

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Bursa saham Wall Street di Amerika Serikat ditutup bervariasi pada perdagangan Selasa (27/1), dengan indeks S&P 500 mencetak rekor seiring lonjakan saham raksasa teknologi atau big tech. Pelaku pasar kini tengah mencermati keputusan suku bunga The Federal Reserve (The Fed) yang dijadwalkan diumumkan hari in.

Indeks S&P 500 naik 0,41% dan mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa di level 6.978,60. Nasdaq Composite juga naik 0,91% kd posisi 23.817,10. Dow Jones Industrial Average justru turun 408,99 poin atau 0,83% ke level 49.003,41. Pelemahan indeks beranggotakan 30 saham itu dipicu anjloknya saham UnitedHealth yang turun hampir 20%.

Di sektor teknologi, saham Apple naik lebih dari 1%, sedangkan Microsoft naik lebih dari 2%. Hingga akhir pekan ini, lebih dari 90 emiten anggota S&P 500 dijadwalkan telah merilis laporan keuangan.

Meta Platforms dan Microsoft, bersama tujuh perusahaan raksasa yang dikenal dengan sebutan Magnificent Seven, serta Tesla akan melaporkan kinerja pada hari ini. Sementara itu, Apple dijadwalkan mengumumkan laporan keuangan pada Kamis.

Manajer Portofolio Senior Globalt Investments Thomas Martin mengatakan, perhatian investor saat ini tertuju pada perkembangan narasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). 

“Semua orang memperhatikan apa pun yang dapat memberi gambaran tentang narasi AI,” kata Martin dikutip dari CNBC, Rabu (28/1).

Menurut dia, investor akan fokus pada tingkat belanja perusahaan, baik dari sisi belanja modal atau capital expenditure (capex) maupun belanja operasional atau operational expenditure (opex), serta potensi monetisasi teknologi AI. 

“Semuanya akan bergantung pada komentar perusahaan, selain jumlah dana yang mereka belanjakan,” ujarnya.

Tak hanya itu, kekhawatiran terhadap valuasi saham yang dinilai sudah terlalu tinggi sempat membayangi saham-saham bertema AI pada akhir tahun lalu. Kondisi ini menekan pasar secara keseluruhan di tengah meningkatnya kekhawatiran akan terbentuknya gelembung teknologi. 

Meski demikian, Martin menilai minat investor terhadap AI masih akan berlanjut, setidaknya dalam beberapa tahun ke depan, meskipun masih terdapat pertanyaan terkait tingkat pengembalian investasi.

“AI tidak akan pergi. Pembangunan pusat data tidak akan berhenti. Penggunaan model, kemunculan agen, robotika, dan teknologi lainnya akan terus berkembang,” kata Martin. 

Ia mengatakan, pergerakan pasar memang akan bersifat fluktuatif, tetapi prospeknya tetap cenderung positif.

Di sisi lain, saham sejumlah perusahaan asuransi kesehatan besar menjadi pemberat pasar. Saham-saham sektor ini anjlok setelah Centers for Medicare & Medicaid Services mengusulkan kenaikan pembayaran kepada perusahaan asuransi Medicare Advantage dengan rata-rata bersih hanya 0,09% pada 2027. Saham Humana merosot 21%, sedangkan CVS Health turun 14%.

Selain laporan keuangan emiten, perhatian pelaku pasar pekan ini juga tertuju pada keputusan kebijakan moneter The Fed. Bank sentral Amerika Serikat itu secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,5% hingga 3,75%. 

Meski begitu, investor akan mencermati sinyal terkait waktu dimulainya penurunan suku bunga. Berdasarkan data CME FedWatch Tool, pasar masih memperkirakan adanya dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin hingga akhir 2026.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
BYD Atto 4 vs Atto 3, Mana yang Cocok untuk Performa dan Efisiensi?
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Trump Sambut Baik Pembebasan Tahanan Politik di Venezuela
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kinerja Ketahanan Pangan Disorot, Khofifah Komitmen Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK
• 18 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Ketika Teguran Rokok Berujung Amuk Pasutri dan Sebut Nama Polisi
• 5 jam lalukompas.com
thumb
60 Ton Pupuk Subsidi Disalurkan untuk Penanaman Padi IP 100 di Desa Rias
• 2 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.