JAKARTA, KOMPAS.com — Sebuah teguran soal merokok saat berkendara berujung kekerasan di Jalan Palmerah Barat, Jakarta Barat.
Seorang pemotor menjadi korban penganiayaan dan ancaman pembunuhan oleh pasangan suami istri (pasutri) yang ditegurnya karena merokok sambil membawa bayi.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat (16/1/2026) dan videonya viral di media sosial sejak Senin (26/1/2026).
Dalam rekaman yang beredar, pasutri tersebut juga mencatut nama polisi saat berkonflik dengan korban.
Teguran berujung emosi
Insiden bermula ketika korban melintas dari arah Kebon Jeruk menuju Slipi. Di jalan, ia melihat pasutri mengendarai sepeda motor tanpa helm dan tanpa pelat nomor.
Sang suami terlihat merokok, sementara istrinya yang dibonceng juga merokok sambil menggendong bayi.
Korban lalu menegur pelaku demi keselamatan bersama.
“Di motor enggak boleh ngerokok bro. Abunya kena orang,” kata korban dalam video.
Namun, teguran itu tidak diacuhkan. Pasutri tersebut hanya menengok sekilas lalu tetap melanjutkan perjalanan tanpa merespons.
"Ya emang kenapa?" jawab pelaku sambil terus memacu motornya.
Baca juga: Ulah Pasutri di Palmerah, Merokok Sambil Bawa Bayi hingga Aniaya Pemotor
Merasa diabaikan, korban kemudian menyiramkan air dari botol ke arah tangan istri pelaku yang memegang rokok saat berada di depan Pasar Palmerah.
Dipukul dan diancam dibunuh
Aksi tersebut memicu emosi pelaku.
Ia memotong laju motor korban, turun dari kendaraan, lalu memukul korban sambil melontarkan ancaman.
“Gua anak sini, lo gua matiin ya di sini,” teriak pelaku dengan nada tinggi.