JAKARTA, KOMPAS.TV- PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi potensi banjir dan longsor di jalur kereta api menjelang angkutan Lebaran 2026.
Sejumlah wilayah bahkan telah ditetapkan sebagai daerah dalam pengawasan khusus.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin mengatakan, langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan, kelancaran operasional, dan kenyamanan penumpang selama periode mudik.
Baca Juga: Penjualan Tiket Kereta Api Mudik Lebaran 2026 Dimulai 25 Januari, Cek Jadwal Lengkapnya!
“Ada daerah yang kita tetapkan sebagai daerah dalam pengawasan khusus untuk antisipasi banjir dan longsor. Di jalur kereta kita lakukan beberapa strategi,” kata Bobby dalam program Mudik Outlook 2026 KompasTV, Selasa (27/1) malam.
Salah satu strategi yang dilakukan adalah meninggikan jalur rel di sejumlah titik rawan.
“Di antaranya kita mengangkat jalur kereta dan meninggikannya. Kejadian dua minggu lalu di Pekalongan, itu kita angkat sampai dengan 50 sentimeter dengan panjang ruas sekitar 600 meter,” jelasnya.
Baca Juga: Puncak Arus Mudik Diproyeksi 22 Maret, Korlantas Siapkan Skema Pecah Arus Kendaraan
Selain langkah teknis di lapangan, KAI juga menyiapkan langkah non-teknis berupa penambahan personel pengawas jalur.
Petugas-petugas tersebut disiagakan untuk melakukan deteksi dini jika terjadi gangguan di lintasan.
Penulis : Dina Karina Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- pt kai
- kereta api
- mudik kereta
- rel kereta banjir
- jalur kereta banjir
- arus mudik 2026




